Gaza, LiputanIslam.com – Sejumlah orang yang pernah menjadi pengawal dan asisten kepala biro politik Hamas, Syahid Ismail Haniyeh, gugur syahid akibat serangan udara Israel di Jalur Gaza pada Senin malam (19/8).
Sumber-sumber pers melaporkan bahwa “para rekan dan asisten itu gugur syahid dalam agresi berbahaya Israel di dekat rumah Abu Al-Abd di kamp Al-Shati beberapa waktu lalu.”
Dilaporkan bahwa sembilan orang, termasuk 6 orang pendamping dan asisten Ismail Haniyeh, gugur akibat serangan Israel.
Abdul Salam, putra Ismail Haniyeh, mengatakan bahwa sejumlah pengawal Syahih Abu Al-Abd (Haniyeh) baru saja gugur akibat pemboman terhadap kami, kamp Al-Shati.”
Sementara itu, Brigade Al-Qassam mengumumkan pihaknya telah menggempur tiga tank Merkava, sebuah pengangkut pasukan, dan sebuah buldoser militer di lingkungan Tal Al-Sultan di Rafah, sedangkan pejuang Saraya menerbitkan gambar operasi gabungan dengan Brigade Al-Qassam dalam serangan terhadap dua tank di lingkungan Al-Shuja’iya, sebelah timur Kota Gaza.
Di bagian lain, peledakan bom di Tel Aviv terus membayangi Israel. Kepala polisi Tel Aviv mengumumkan pihaknya tidak memiliki informasi mengenai latar belakang kriminal atau kebangsaan pelaku pengeboman pada hari Ahad, dan bahwa pelaku merencanakan operasi besar. Brigade Al-Qassam mengaku bertanggung jawab atas operasi tersebut, bersama dengan Brigade Al-Quds.
Pasukan pendudukan juga melakukan dua pembantaian di Khan Yunis dan Kamp Al-Shati, di mana lebih dari 35 warga Palestina gugur dalam serangan pendudukan di beberapa wilayah di Jalur Gaza pada hari Ahad. (mm/aljazeera)