Gaza, LiputanIslam.com – Seorang perwira Israel tewas, dan enam tentara Zionis lainnya terluka akibat salah sasaran dalam serangan terhadap sebuah bangunan tempat mereka berada di Khan Yunis, selatan Jalur Gaza.
Tentara Israel dalam sebuah pernyataan, yang diterbitkan di situs resminya pada Senin malam (19/8), melaporkan bahwa Letnan Shahar Ben Noun (21 tahun) dari Petah Tikva (tengah), komandan divisi patroli pasukan terjun payung, “telah jatuh” dalam pertempuran di Jalur Gaza selatan.
Tentara Israel tidak memberikan rincian lebih lanjut tentang kejadian tersebut, namun media Israel, termasuk pejabat Badan Penyiaran Israel, mengatakan bahwa “Shahar tewas dan enam tentara terluka akibat pesawat tempur Israel menjatuhkan bom di sebuah gedung yang berdekatan dengan bangunan lain tempat mereka berada di dalam di Khan Yunis.”
Badan itu menambahkan bahwa satuan patroli pasukan terjun payung yang menggunakan drone untuk mengumpulkan informasi intelijen di lingkungan tersebut terluka akibat runtuhan sebuah bangunan akibat bom yang jatuh dari jet tempur.
Angkatan Udara Israel mengatakan terjadi “kerusakan pada sistem navigasi (panduan) bom tersebut.”
Menurut sumber yang sama, bom Israel tidak mengenai sasaran dan jatuh 290 meter darinya, di sebuah apartemen yang berdekatan dengan tempat tentara berada.
Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 06:30 waktu setempat, ketika jet tempur F15 menyerang dua sasaran di lingkungan Khan Yunis. Salah satu bom mengenai sasaran, sementara yang lainnya meleset.
Angkatan Udara Israel mengonfirmasi bahwa “pembicaraan tersebut adalah mengenai kerusakan teknis”, dan bahwa “bom itu diarahkan melalui Global Positioning System (GPS), dan ini adalah kerusakan yang tidak biasa pada senjata tentara Israel, dan bukan kesalahan manusia atau kesalahan entri data.”
Dalam update terbaru yang dipublikasikan tentara Israel di situs resminya, jumlah korban tewas di pihak militer Israel sejak awal perang mencapai 693 perwira dan tentara, termasuk 330 sejak dimulainya invasi darat ke Jalur Gaza pada 27 Oktober 2023.
Menurut data yang sama, 4.346 perwira dan tentara Israel terluka sejak awal perang, termasuk 2.227 orang sejak dimulainya invasi darat, 71 di antaranya terluka akibat salah tembak.
Dengan dukungan AS, Israel telah melancarkan invasi militer di Jalur Gaza sejak 7 Oktober lalu, hingga menjatuhkan korban jiwa dan luka lebih dari 132.000 Palestina, yang sebagian besarnya adalah anak-anak dan wanita, serta menyebabkan hilangnya lebih dari 10.000 orang, di tengah kehancuran besar-besaran dan kelaparan yang mematikan. (mm/raialyoum)