Sanaa, LiputanIslam.com – Pemimpin kelompok pejuang Ansarullah Yaman, Sayid Abdul Malik Al Houthi, mengumumkan bahwa Angkatan Bersenjata Yaman telah melancarkan operasi militer terhadap kapal-kapal yang terkait dengan AS dan Israel selama minggu ini.
Dalam pidatonya di televisi pada hari Kamis (15/8) dia menyebutkan bahwa operasi itu dilakukan “dengan 15 rudal balistik dan jelajah serta drone terhadap kapal (tanpa menyebutkan jumlah atau tempat) yang terkait dengan AS, Inggris, dan Israel selama minggu ini.”
Dia menekankan kontinyuitas operasi militer Yaman untuk mendukung Gaza meski tak sedikit pengorbanan yang telah dipersembahkan Yaman di jalan ini sejak November 2023.
Sayid Al-Houthi mengatakan, “Selama pertempuran Pembebasan yang Dijanjikan dan jihad suci mendukung Gaza, 73 orang (Yaman) telah gugur syahid, dan 181 orang terluka.” Dia tidak merinci jumlah warga sipil dan personel militer yang menjadi korban.
Dia menambahkan: “Rakyat kami mempersembahkan korban dan para syuhada sebagai penegasan atas dukungan mereka untuk Gaza, pada saat sebagian besar umat (Arab dan Islam) enggan membela Palestina.”
Pemimpin Ansarullah juga mengungkapkan, “AS dan Inggris telah melancarkan 10 serangan di Yaman pada minggu ini… Delapan serangan menyasar Provinsi Hodeidah (barat), satu serangan di Hajjah (barat laut), dan satu lagi di Sanaa (utara).”
Sejak November 2023, Yaman telah melancarkan serangan rudal dan drone terhadap kapal-kapal kargo yang terkait dengan Israel di Laut Merah, Teluk Aden, Samudra Hindia, dan Mediterania, dan juga menyerang target-target di wilayah pendudukan Palestina.
Yaman menuntut diakhirinya perang yang dilancarkan Israel dengan dukungan AS di Jalur Gaza sejak 7 Oktober 2023. Perang ini telah menyebabkan lebih dari 132.000 warga Palestina gugur dan terluka, sebagian besar di antaranya adalah anak-anak dan wanita. Perang itu juga menyebabkan lebih dari 10.000 orang hilang. (mm/raialyoum)