Teheran, LiputanIslam.com – Angkatan Laut (AL) Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran merilis rekaman video baru pemantauan pesawat nirawak (UAV/drone)-nya terhadap kapal AL AS dan sekutunya di Teluk Persia.
Rekaman video yang dirilis pada hari Jumat (9/8) itu memperlihatkan dermaga transportasi amfibi (LPD) kelas San Antonio milik Angkatan Laut AS, kapal serbu amfibi kelas Wasp milik Angkatan Laut AS, dan kapal pengangkut helikopter Juan Carlos I Spanyol.
Televisi pemerintah Iran menayangkan rekaman yang menunjukkan pergerakan kapal perang Angkatan Laut AS, termasuk kapal induk AS USS Theodore Roosevelt, yang dipantau oleh drone Iran di Selat Hormuz.
Televisi Iran melaporkan bahwa rekaman itu diambil beberapa hari sebelumnya. Televisi Iran juga menyebutkan bahwa kapal induk AS bisa ditenggelamkan oleh rudal jelajah, dan bahwa hanya butuh satu rudal untuk menenggelamkan kapal perang yang menyertai kapal induk.
Rekaman video tersebut dirilis tak lama setelah upacara merayakan penambahan 2.640 sistem rudal, drone, dan peralatan lainnya ke organisasi tempur Angkatan Laut IRGC.
Ketegangan di kawasan ini meningkat menyusul pembunuhan pemimpin politik Hamas Ismail Haniyeh oleh Israel di Teheran, yang mendorong Iran bersumpah akan melakukan pembalasan terhadap Israel.
Belakangan ini AS mengerahkan kapal induk dan kapal perang di Teluk Arab untuk mengantisipasi serangan Iran terhadap Israel sebagai tanggapan atas pembunuhan kepala biro politik Hamas, Ismail Haniyeh, di Teheran pada 31 Juli.
Ini bukan pertama kalinya drone Iran mengambil gambar detail aset militer AS. Pada bulan April 2021, IRGC merilis rekaman jarak dekat dari sebuah kapal induk Amerika yang diambil oleh drone pasukan tersebut selama penerbangan di Teluk Persia.
Video tersebut, direkam oleh empat skuadron pesawat nirawak (UAV), dan memberikan gambaran rinci dan real-time dari setiap pesawat tempur dan peralatan militer lainnya di dek kapal induk.
Bersaksi di depan Kongres AS pada tahun tersebut, Jenderal Kenneth McKenzie, yang saat itu menjabat sebagai kepala Komando Pusat AS, menyatakan bahwa meluasnya penggunaan drone oleh Iran berarti bahwa AS beroperasi tanpa superioritas udara sepenuhnya untuk pertama kalinya sejak Perang Korea.
Pada tahun 2019, media Iran merilis rekaman video close-up berkualitas tinggi yang menunjukkan drone pengintai Ababil-III terbang di atas kapal induk USS Dwight D. Eisenhower di Teluk Persia.
Sementara itu, AL IRGC telah menerima sejumlah besar rudal jelajah anti-kapal baru, selain sistem radar maritim baru dan sistem peperangan elektronik.
Rudal-rudal ini memiliki kemampuan baru, termasuk hulu ledak berdaya ledak tinggi yang tidak terdeteksi.
Rudal-rudal ini adalah rudal jelajah, dan dampaknya masing-masing menyebabkan kerusakan parah dan menenggelamkan kapal perusak musuh.
Berbagai jenis sistem rudal jarak jauh dan menengah, drone tempur, pesawat pengintai dan penghancur, sistem peperangan elektronik, radar laut dan perangkat tempur lainnya telah ditampilkan, namun hanya 210 sistem yang ditampilkan di antara 2.640 sistem. (mm/presstv/alalam/raialyoum)