Sanaa, LiputanIslam.com – Pemimpin kelompok pejuang Ansarullah Yaman, Sayid Abdul-Malik al-Houthi, mengatakan bahwa pembunuhan kepala biro politik Hamas, Ismail Haniyeh, “akan membawa pertempuran ke tingkat yang lebih luas dan berat bagi Israel.
“Pembunuhan pemimpin Hamas Ismail Haniyeh akan membawa pertempuran ke tingkat yang lebih luas dan dimensi yang lebih besar, dan konsekuensinya akan sangat mengerikan bagi Israel,” ungkapnya dalam pernyataan pada hari Rabu (31/7).
Sebagai solidaritas dengan Gaza, Ansarullah telah menyerang kapal-kapal kargo yang terkait dengan Israel di Laut Merah sejak November lalu dengan rudal dan drone, serta menyerang berbagai sasaran di wilayah Israel.
Pada tanggal 20 Juli, Tel Aviv melancarkan serangan terhadap tangki bahan bakar dan pembangkit listrik di pelabuhan Hodeidah, Yaman barat, sebagai tanggapan atas terbunuhnya satu orang Israel dalam serangan drone Ansarullah di Tel Aviv pada 19 Juli.
Sayid Al-Houthi menyatakan, “Kejahatan yang menargetkan Mujahid Mulia Ismail Haniyeh akan menjadi dorongan yang lebih besar untuk teguh, solid dan keberfanaan di jalan Allah SWT dan pembalasan terhadap musuh.”
Dia bersumpah bahwa pihaknya bersama elemen Poros Resistensi lainnya akan membalaskan darah para syuhada dan terus berjuang membela rakyat tertindas Palestina.
Pembunuhan Haniyeh terjadi pada saat Israel, dengan dukungan AS, melancarkan perang di Jalur Gaza sejak 7 Oktober, yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dan luka sebanyak lebih dari 130.000 orang, yang kebanyakan dari mereka adalah anak-anak dan wanita, dan lebih dari 10.000 orang hilang. (mm/raialyoum)