Beirut, LiputanIslam.com – Kelompok pejuang resistensi Islam Hizbullah Lebanon mengumumkan pihaknya melakukan beberapa serangan terhadap posisi-posisi militer Israel dengan senjata berat dan drone.
Dalam serangkaian pernyataan terpisah, Hizbullah pada hari Selasa (23/7) mengaku melancarkan serangan “sebagai tanggapan atas serangan dan pembunuhan yang dilakukan oleh musuh, Israel, di kota Shaqra di Lebanon selatan pada Selasa pagi,” tanpa mengungkapkan orang yang menjadi target upaya pembunuhan, atau yang terbunuh.
Hizbullah menyerang markas besar Batalyon Sahel di Barak Beit Hillal (Israel utara) dengan rudal Falaq sebagai tanggapan atas serangan musuh terhadap desa-desa selatan dan rumah-rumah, terutama di kota Shehin, pada hari Senin.
Hizbullah juga melancarkan serangan udara dengan satu skuadron drone kamikaze ke pangkalan Gunung Neria, lokasi batalion yang saat ini ditempati oleh pasukan dari Brigade Golani, menargetkan lokasi para perwira dan tentaranya.
Hizbullah memastikan serangan drone itu tepat mengena target.
Hizbullah menyatakan pihaknya juga menggempur situs Al-Marj dengan rudal Burkan , dan membom Barak Ramim, yang juga ditempati oleh pasukan dari Brigade Golani, dengan peluru artileri berat.
Sebelumnya pada hari Selasa, kantor berita resmi Lebanon , NNA, melaporkan bahwa drone Israel menembakkan peluru kendali yang menyasar sebuah mobil di jalan menuju kota Shaqra di distrik Bint Jbeil, hingga menjatuhkan korban luka.
Hizbullah dalam sebuah pernyataannya mengaku berkabung atas gugurnya Sadiq Atef Atwi, anggota Hizbullah yang gugur akibat serangan Israel.
Dengan gugurnya Atwi, jumlah korban gugur di pihak Hizbullah sejak 8 Oktober 2023 meningkat menjadi 377 orang.
Menyusul serangan Israel pada hari Selasa, penduduk di garis depan di Israel utara diinstruksikan untuk tetap berada di dekat tempat perlindungan, bahkan di kota-kota yang penduduknya belum dievakuasi, menurut laporan Perusahaan Penyiaran Israel. (mm/raialyoum)