Riyadh, LiputanIslam.com – Juru bicara Kementerian Pertahanan Saudi Brigjen Turki al-Maliki mengatakan bahwa negaranya tidak terlibat dalam serangan Israel di provinsi Hodeidah, Yaman.
Dikutip kantor berita Saudi,SPA, Al-Maliki pada Sabtu malam (20/7) mengatakan, “Arab Saudi tidak memiliki hubungan atau partisipasi dalam serangan terhadap Hodeidah.”
Al-Maliki menyatakan demikian setelah Israel melancarkan serangan pertama kalinya secara terbuka terhadap Yaman, yang dilakukan sehari setelah kelompok militer Yaman kubu Ansarullah menyerang kota Tel Aviv dengan drone Yafa, yang menyebabkan kematian seorang warga Israel dan melukai sejumlah lainnya.
Al-Maliki menambahkan: “Kerajaan (Saudi) tidak akan membiarkan wilayah udaranya dilanggar oleh pihak mana pun.”
Sementara itu, Mufti Kesultanan Oman, Syeikh Ahmed bin Hamad Al-Khalili, menyerukan aksi bela Yaman.
Melalui plaform X dia menyatakan, “Kami terkejut dengan agresi brutal Zionis terhadap saudara kita, Yaman, dan ini mengharuskan seluruh umat Islam untuk menyokong dan mendukung Yaman. Umat Islam adalah satu umat, dan agresi terhadap salah satu dari mereka adalah agresi terhadap mereka semua.”
Dia menambahkan, “Hal ini terjadi hanya karena (keteguhan) pendirian saudara-saudara nan beruntung di Yaman dalam membela kebenaran dan membalas agresi para agresor terhadap kesucian Islam, dan terhadap kesucian darah saudara-saudara kita di wilayah pendudukan. Semoga Allah memberi pahala yang baik kepada mereka atas keberanian mereka membela kebenaran.” (mm/raialyoum)