Quds, LiputanIslam.com – Puluhan ribu pemukim Zionis Israel di bagian utara wilayah pendudukan mencari tempat perlindungan untuk menghindari misil yang dihujankan oleh gerakan perlawanan Lebanon, Hizbullah.
Media Israel pada hari Kamis (18/7) melaporkan sebanyak 60.000 pemukim yang dilanda kepanikan bergegas ke tempat perlindungan setelah Hizbullah menyerang Meron, Nahariya dan daerah-daerah permukiman lain di wilayah pendudukan Palestina.
Sebanyak 80 roket ditembakkan oleh Hizbullah sebagai pembalasan atas serangan udara Israel belakangan di Lebanon selatan ,yang menggugurkan tiga anak Suriah.
Dilaporkan pula bahwa sirene peringatan diaktifkan semalaman di Nahariya dan komunitas-komunitas di seluruh Galilea Barat, yang terletak di wilayah pendudukan Israel utara dan Lebanon selatan, menyusul rentetan tembakan roket oleh Hizbullah sebelumnya.
Hizbullah dalam sebuah pernyataan pada hari Rabu mengaku telah menembakkan rentetan roket ke permukiman Israel sebagai pembalasan atas serangan udara baru-baru ini di Lebanon selatan.
“Pejuang perlawanan Islam menyerang pemukiman Sa’ar dan Gesher HaZiv dengan puluhan roket Katyusha, sebagai bagian dari respons terhadap serangan musuh, Israel, terhadap desa-desa selatan dan rumah-rumah, yang menyasar warga sipil, terutama pembantaian di kota Umm al-Tout, yang mengakibatkan tiga anak gugur syahid,” bunyi pernyataan itu.
Pemimpin Hizbullah Sayid Hassan Nasrallah dalam pidatonya pada hari Rabu memperingatkan rezim Israel, “Front kami di Lebanon akan tetap aktif selama agresi terhadap Gaza, rakyatnya, dan kubu perlawanannya terus berlanjut dalam segala bentuknya.”
Dia memperingatkan bahwa potensi kelanjutan agresi Rezim Zionis terhadap Gaza akan mendorong Hizbullah untuk mulai menggempur “pemukiman baru Israel yang sebelumnya tidak tersentuh.”
Kedua belah pihak hampir setiap hari terlibat baku tembak di sepanjang perbatasan selatan Lebanon sejak Israel melancarkan perang genosida di Jalur Gaza pada Oktober tahun lalu.
Hizbullah berjanji untuk terus melakukan serangan demi membela Palestina selama Israel melanjutkan kampanye biadab di Gaza, yang sejauh ini telah menggugurkan sedikitnya 38.794 warga Palestina, sebagian besar perempuan dan anak-anak.
Sebuah laporan yang berasal dari dua narasumber keamanan di Lebanon menyebutkan bahwa Habib Maatouq, seorang komandan pasukan khusus Hizbullah, pasukan Ridwan, gugur akibat serangan udara Israel di Lebanon selatan.
Kedua sumber tersebut menjelaskan bahwa Habib Maatouq adalah orang menggantikan komandan lain di unit Radwan yang gugur dalam serangan Israel awal tahun ini.
Sumber itu menambahkan bahwa Maatouq gugur dalam salah satu dari beberapa serangan yang menyasar kota Safad al-Batikh dan al-Jumaijma yang terletak di perbatasan.
Direktur Rumah Sakit Pemerintah Tibnin, Muhammad Hammadi, mengatakan kepada Reuters bahwa 18 orang terluka, dua di antaranya berada dalam kondisi kritis, tiba di rumah sakit usai serangan udara tersebut.
Statistik Reuters menunjukkan bahwa konfrontasi di perbatasan antara Israel dan Hizbullah menggugurkan lebih dari 100 warga sipil dan lebih dari 300 pejuang Hizbullah, serta menyebabkan kehancuran di kota-kota dan desa-desa perbatasan Lebanon yang belum pernah terjadi sebelumnya di wilayah tersebut sejak perang tahun 2006.
Di pihak lain, tentara Israel pada hari Kamis mengumumkan seorang perwira pasukan cadangannya tewas akibat cedera yang dideritanya selama lebih dari dua minggu lalu di Dataran Tinggi Golan.
Dalam sebuah pernyataan singkat, tentara Israel menyebutkan,“Hari ini (Kamis), perwira Ephraim Ben Amram (25 tahun), seorang pejuang di Batalyon ke-53, meninggal karena luka-lukanya sekitar dua minggu setelah dia terluka parah akbat serangan pesawat nirawak yang diluncurkan dari Lebanon selatan, di pangkalan militer di Dataran Tinggi Golan.”
Pada tanggal 30 Juni, 16 tentara Israel terluka akibat ledakan drone yang diluncurkan dari Lebanon selatan dan mendarat di bagian utara wilayah pendudukan Dataran Tinggi Golan.
Menurut data militer Israel hingga Rabu lalu, jumlah tentaranya yang terluka mencapai 4.149 orang, sementara jumlah korban tewas yang diumumkan 682 perwira dan tentara sejak dimulainya perang sembilan bulan lalu. Hizbullah memastikan bahwa Israel menyembunyikan angka sebenarnya berkenaan dengan orang-orangnya yang tewas dan terluka akibat serangan Hizbullah. (mm/presstv/raialyoum)