Muscat, LiputanIslam.com – Jutaan umat Islam pecinta keluarga Nabi saw di seluruh dunia pada hari Selasa (16/7), dan sebagian lagi pada hari ini, memperingati Hari Asyura, yaitu peringatan hari kesyahidan Imam Husain ra, cucu Nabi Muhammad saw. Naifnya, peringatan ini di Oman dinodai oleh aksi serangan teroris terhadap sebuah masjid yang menjadi tempat ratusan jamaahnya menggelar majelis Asyura.
Umat Islam di Irak, terutama di kota Karbala, serta Iran dan berbagai negara lain menggelar majelis dan pawai berkabung atas gugurnya Imam Hussein bersama 72 pengikut setianya di padang Karbala ,Irak selatan, pada tahun 680 M. Mereka gugur setelah berjuang dengan gagah berani dan pantang menyerah demi membela keadilan melawan ribuan tentara penguasa Yazid bin Muawiyah dari Bani Umayyah.
Umat Islam menandai peringatan Asyura antara lain dengan berpakaian serba hitam, menepukdada, berbaris dalam prosesi massal, dan menyimak elegi dalam event-event di mana para dermawan juga membagikan makanan dan minuman untuk para peserta.
Setiap tahun, ratusan ribu hingga jutaan peziarah berdatangan dari berbagai negara menuju pusara Imam Hussein di kota Karbala untuk menandai Hari Asyura.
Asyura merupakan puncak dari upacara berkabung 10 hari yang dilaksanakan pada bulan Muharram dalam kalender Hijriah.
Ritual Muharram tersebut melambangkan perjuangan perjuangan teguhnya kebenaran melawan kebatilan dan perjuangan umat manusia melawan kezaliman, tirani dan penindasan, yang menjadi penyebab syahidnya Imam Hussein.
Sehari menjelang Hari Asyura, yaitu hari kesembilan bulan Muharram yang dikenal sebagai Hari Tasu’a, umat Islam mengenang Sayyidina Abbas bin Ali, adik tiri Imam Husain, yang gugur sesaat sebelum Imam Hussein gugur, ketika berjuang membawakan air untuk wanita dan anak-anak di perkemahan Imam, yang sudah berhari-hari kehabisan minum akibat kepungan pasukan musuh.
Serangan Teror di Oman
Mengenai insiden serangan teror yang di Oman, pihak kepolisian negara ini mengumumkan telah menangani insiden penembakan yang terjadi pada Senin malam (15/7) di dekat sebuah masjid di kawasan Wadi Al-Kabir, Muscat.
Dilaporkan bahwa insiden itu menggugurkan enam orang, termasuk polisi, dan melukai sedikitnya 28 orang lainnya. Selain itu, juga ada tiga korban tewas lain yang terdiri atas kawanan pelaku serangan sendiri.
Polisi mengaku melakukan semua tindakan keamanan yang diperlukan untuk mengendalikan dan memulihan situasi dan kini sedang menyelidiki insiden tersebut.
Kementerian Luar Negeri Pakistan menyatakan bahwa “menurut informasi terbaru yang diterima dari pihak berwenang Oman, empat warga Pakistan gugur akibat tembakan dalam serangan teroris berbahaya.”
Kementerian itu mengapresiasi pihak keamanan Oman atas keberhasilannya “menetralisir para penyerang”, atau menghabisi para pelaku serangan.
Duta Besar Pakistan untuk Oman, Imran Ali, membezuk beberapa korban luka ke rumah sakit. Diamengatakan bahwa hanya ada sedikit informasi mengenai pelaku penyerangan atau kemungkinan motif mereka.
“Semua orang masih bungkam mengenai masalah ini,” ujarnya. (mm/alalam/raialyoum/presstv)