Sanaa, LiputanIslam.com – Militer Yaman kubu Ansarullah merilis rekaman video serangannya terhadap sebuah kapal “pelanggar” dengan menggunakan perahu cepat nirawak berdaya ledak cukup besar hingga menimbulkan kebakaran.
Angkatan Bersenjata Yaman pada Selasa malam (16/7) mengumumkan pihkanya telah menyerang kapal tanker minyak bernama Chios Lion di Laut Merah dengan perahu nirawak
Militer Yaman beralasan bahwa kapal itu terpaksa diserang karena perusahaan pemiliknya melanggar larangan masuk ke pelabuhan-pelabuhan Palestina pendudukan yang diterapkan oleh Angkatan Bersenjata Yaman sebagai salah satu bentuk sanksi terhadap Israel atas gonosida yang dilakukan rezim Zionis ini terhadap rakyat Palestina di Jalur Gaza.
Sementara itu, pemimpin gerakan Ansarullah, Sayid Abdul-Malik al-Houthi, bernasihat kepada rezim Arab Saudi agar berhenti mendukung permusuhan AS dan Israel terhadap rakyat Yaman.
Dalam pidatonya yang disiarkan di televisi pada hari Selasa dia mengatakan: “Gelanggang konfrontasi melawan musuh, Israel dan Amerika, adalah gelanggang di mana seluruh umat (Islam) harus berkontribusi”
Dia menambahkan, “Isu Palestina merupakan isu terbesar serta tragedi di dunia, sehingga naif sekali jika sebagian besar orang di lingkungan Islam malah tak mempedulikannya.”
Sayid Al-Houthi mengingatkan eskalasi ketegangan dan permusuhan Saudi terhadap bangsa Yaman adalah karena perintah AS demi melayani kepentingan Israel.
Dia juga kembali menyinggung apa yang beberapa waktu lalu dia sebutkan bahwa pasukan Yaman telah menghalau kapal induk AS USS Eisenhover dari perairan Yaman.
“Salah satu hasil operasi kami, yang menakjubkan dan tidak biasa bagi musuh, adalah pengusiran kapal induk Amerika Eisenhower dari Laut Merah. Setelah kapal induknya terusir, AS bergegas melibatkan Saudi dan mendorongnya untuk lebih banyak melayani AS daripada apa yang sedang dan telah dilakukan sebelumnya oleh Saudi,” ungkap Sayid Al-Houthi.
Dia kemudian menegaskan, “Operasi militer kami akan terus berlanjut dengan pemboman dan aksi-aksi maritim dalam eskalasi sampai agresi dan blokade terhadap Gaza berhenti.” (mm/raialyoum/alalam/aljazeera)