AlQuds, LiputanIslam.com – Surat kabar Yedioth Ahronoth melaporkan bahwa kelompok pejuang Hizbullah melancarkan serangan dengan puluhan roket.
“Sekitar 20 rudal diluncurkan ke arah Kiryat Shmona dalam salvo roket terbaru dari Lebanon,” ungkap surat kabar Israel tersebut, Senin (15/7), sembari menyebutkan bahwa beberapa roket jatuh dan meledak di sekitar Kiryat Shmona, dan sejumlah roket lainnya berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara.
Surat kabar Israel lainnya, Haaretz, menyatakan bahwa serangan roket itu terdeteksi di rumah-rumah di Kiryat Shmona, tanpa rincian lebih lanjut.
Pemerintah kota Kiryat Shmona menyatakan, “Setelah roket ditembakkan dari Lebanon ke kota tersebut dalam beberapa menit terakhir, dan karena kekhawatiran akan lebih banyak roket yang diluncurkan, kami meminta penduduk Kiryat Shmona untuk terus berada di dekat kawasan perlindungan.”
Otoritas Penyiaran Israel menyiarkan penggalan rekaman video salah satu roket yang jatuh di sebuah jalan di Kiryat Shmona.
Di pihak lain, Hizbullah sendiri menyatakan para pejuangnya menyerang kawasan Kiryat Shmona dengan puluhan roket Al-Falaq dan Katyusha, “sebagai balasan atas serangan Israel terhadap desa-desa dan rumah-rumah di selatan, terutama pembantaian mengerikan yang dilakukan musuh di kota Bint Jbeil, yang menyebabkan gugurnya warga sipil.”
Sebelumnya pada Senin malam, jet tempur Israel menyerang daerah kota Kfar Kalla dan Bint Jbeil di Lebanon selatan.
Hizbullah mengumumkan satu anggotanya gugur di Lebanon selatan, sehingga jumlah total anggotanya yang gugur sejak Oktober 2023 bertambah menjadi 369 syahid.
Sejak 8 Oktober 2023, Hizbullah terlibat konfrontasi setiap hari dengan tentara Israel, melintasi “Garis Biru” pemisak, dan menyebabkan ratusan orang tewas dan terluka.
Hizbullah menyatakan akan menyudahi serangannya jika Israel menghentikan agresi militernya di Jalur Gaza sejak 7 Oktober, yang telah menjatuhkan korban jiwa dan luka lebih dari 127.000 orang Palestina, dan menyebabkan korban hilang sebanyak lebih dari 10.000 orang.
Israel melanjutkan perang ini sembari mengabaikan resolusi Dewan Keamanan PBB agar Israel segera menghentikannya. Israel juga mengabaikan perintah Mahkamah Internasional agar Israel mengakhiri invasi ke Rafah (Jalur Gaza selatan), serta mengambil tindakan untuk mencegah tindakan genosida dan memperbaiki situasi kemanusiaan di Gaza. (mm/raialyoum)