Gaza, LiputanIslam.com – Serangan udara Israel di Gaza telah mengugurkan puluhan orang, dan serangan tank tentara Israel di Kota Gaza juga memaksa warga mengungsi karena tembakan, ungkap para pejabat Palestina.
Serangan udara Israel Pada hari Selasa (9/7) menghantam tenda-tenda keluarga pengungsi di luar sebuah sekolah di kota Abassan sebelah timur Khan Younis di Gaza selatan, menggugurkan sedikitnya 29 orang, yang sebagian besar adalah wanita dan anak-anak, menurut pejabat medis Palestina.
Direktur Kantor Media Pemerintah Gaza, Ismail al-Thawabta, mengatakan puluhan warga lain gugur akibat serangan terpisah Israel di Gaza tengah. Dia menyebutkan setidaknya 60 warga Palestina gugur dalam serangan Israel pada hari Selasa.
Penduduk mengatakan tank-tank Israel yang memasuki lingkungan Tal al-Hawa, Shujayea dan Sabra di Kota Gaza sembari menembaki jalan-jalan dan bangunan, dan memaksa warga meninggalkan rumah mereka.
Hal ini disusul perintah militer Israel yang diposting di media sosial untuk pengosongan beberapa distrik di bagian timur dan barat Kota Gaza, termasuk lingkungan tersebut.
“Kami menganggap pendudukan dan pemerintah AS bertanggung jawab atas pembantaian mengerikan terhadap warga sipil,” kata al-Thawabta dalam sebuah pernyataan.
Di Kota Gaza, Hamas dan Jihad Islam menyatakan pejuang mereka melawan pasukan Israel dengan senapan mesin, tembakan mortir dan rudal antitank, dan berhasil menjatuhkan korban tewas dan luka pada pihak militer Israel.
Militer Israel belum mengomentari korban jiwa, namun mengatakan tentaranya terlibat dalam pertempuran jarak dekat dengan pejuang Hamas. (mm/aljazeera)