Sanaa, LiputanIslam.com – Pemimpin gerakan Ansarullah di Yaman Sayid Abdul-Malik al-Houthi mengatakan bahwa taktik Angkatan Laut (AL) Yaman di Laut Merah telah membuat Amerika lengah, dan bahwa teknologi militer canggih Washington gagal menghentikan operasi serangan balasan Yaman.
Sayid Abdul-Malik al-Houthi dalam pidatonya yang disiarkan di televisi pada hari Ahad (7/7) memuji kemampuan dan kecanggihan militer dan rudal Yaman dalam menghadapi koalisi AS, Inggris, dan Israel yang dia sebut “segitiga kejahatan”.
Dia menjelaskan bahwa operasi maritim Yaman telah menimbulkan ketakutan pada musuh sehingga kapal induk AS di Laut Merah bahkan lebih memilih menyingkir daripada menyerang, dan drone MQ-9 Reaper AS juga terus tertembak jatuh di Yaman.
Sayid Al-Houthi menyebutkan banyak negara tidak terjebak dalam perangkap yang dibuat oleh koalisi pimpinan AS dalam memerangi Yaman. Menurutnya, banyak negara justru melakukan koordinasi langsung dengan Yaman.
“Kegagalan terbesar AS adalah tidak bisa melibatkan negara-negara tetangga di sekitar Laut Merah dalam operasi bela Israel. Washington juga gagal memaksa negara-negara Arab dan negara-negara tetangga untuk menyerang kami dari wilayah mereka,” ujarnya.
Pemimpin Ansarullah juga mengatakan bahwa AS sedang mencoba menggunakan Arab Saudi untuk menekan Yaman, namun dia memperingatkan bahwa “tindakan permusuhan” Saudi terhadap Yaman akan menguntungkan Israel dan AS.
“Amerika bermaksud membawa Arab Saudi ke dalam perang total terhadap kami dan mengembalikan situasi ke puncak ketegangan,” katanya, seraya menekankan urgensi persatuan dan kerja sama umat Islam. (mm/presstv)