Teheran, LiputanIslam.com – Kementerian Dalam Negeri Iran mengumumkan bahwa Masoud Pezeshkian telah memenangi pemilihan presiden, dan mengalahkan saingannya, Saeed Jalili.
Kementerian tersebut melaporkan bahwa Pezeshkian mengantongi sekira 55% suara, sementara Jalili mendapatkan sekira 45% suara hasil pemungutan suara yang telah berlangsung pada hari Jumat (5/7).
Tingkat partisipasi pemilih pada putaran kedua pemilihan presiden Iran ke-14 tercatat sebesar 49,9 %.
Panitia pemungutan suara menghitung lebih dari 30,530,000 suara, dan Pezeshkian memperoleh lebih dari 16,380,000 suara, menurut hasil yang dipublikasikan oleh Kementerian Dalam Negeri.
Dalam statemen pertamanya sejak diumumkan sebagai pemenang pilpres putaran kedua, Pezeshkian mengaku akan “mengulurkan tangan persahabatan kepada semua orang”.
“Kami akan mengulurkan tangan persahabatan kepada semua orang; kita semua adalah rakyat negara ini; kita harus menggunakan semua orang untuk kemajuan negara ini,” ungkapnya di televisi nasional pada hari Sabtu (6/7).
Dia berterima kasih kepada rakyat Iran karena menaruh kepercayaan mereka kepadanya.
“Rakyat Iran tercinta, pemilu telah berakhir dan ini hanyalah awal dari kebersamaan kita. Jalan sulit di masa depan tidak akan mulus kecuali dengan persahabatan, empati, dan kepercayaan Anda. Saya mengulurkan tangan saya kepada Anda dan saya bersumpah demi kehormatan saya bahwa saya tidak akan meninggalkan Anda sendirian di jalan ini, dan jangan tinggalkan saya sendirian,” ungkapnya.
Presiden terpilih Iran Masoud Pezeshkian lahir pada tahun 1954, dan berasal dari kota Mahabad, Provinsi Azerbaijan Barat, bagian barat laut Iran. Dia menyangdang gelar di bidang kedokteran, dengan spesialisasi bedah jantung.
Jabatan paling menonjol yang dipegang oleh Pazashkian selama karir profesionalnya adalah rektor Universitas Ilmu Kedokteran Tabriz dari tahun 1994 hingga tahun 2000, dan kemudian Asisten Menteri Kesehatan Iran hingga tahun 2000.
Setelah itu dia menjabat Menteri Kesehatan hingga tahun 2005, dan kemudian pindah ke Parlemen Iran sebagai wakil rakyat kota Tabriz, pusat Provinsi Azerbaijan Barat, sebelum menjabat Wakil Ketua Parlemen pada tahun 2016 hingga 2020.
Pendirian dan visi kandidat Masoud Pezeshkian yang paling menonjol adalah menindaklanjuti urusan masyarakat dan negara di berbagai sektor dan menyelesaikan permasalahan negara dengan menerapkan kesatuan barisan dan kerja sama.
Pezeshkian juga menekankan pentingnya kepedulian kepada peran generasi muda dalam pembangunan masa depan, dan menekankan bahwa hubungan internasional sangat penting untuk pembangunan negara dan penurunan ketegangan.
Di antara rencananya yang paling menonjol ialah upaya mendobrak hambatan embargo dan blokade yang dikenakan terhadap Iran.
Dia juga mengumumkan kebebasan media dan pembentukan pemerintahan yang mendengarkan suara rakyat dan memenuhi tuntutan mereka.
(mm/alalam/presstv)