Beirut, LiputanIslam.com – Hizbullah mengatakan pihaknya telah menghujani militer Rezim Zionis Israel dengan lebih dari 200 roket dan drone sebagai balasan atas serangan yang menggugurkan seorang komandan senior kelompok pejuang yang berbasis di Lebanon tersebut.
Sumber Hizbullah menyatakan bahwa serangan serangan pada hari Kamis (4/7) itu merupakan serangan besar kedua dalam dua hari terakhir, yang dilancarkan sebagai balasan atas gugurnya Muhammad Nimah Nasser di Lebanon selatan sehari sebelumnya.
Nasser, juga dikenal sebagai “Haji Abu Nimah”, adalah komandan senior ketiga Hizbullah yang gugur dalam hampir sembilan bulan pertempuran lintas batas yang meletus setelah Israel melancarkan perang di Gaza. Pada hari Rabu, Hizbullah meluncurkan lebih dari 100 roket ke Israel.
Serangan pada hari Kamis adalah salah satu yang terbesar sejauh ini di sepanjang perbatasan Lebanon-Israel setelah ketegangan meningkat ketika Hizbullah melesatkan drone ke beberapa pangkalan militer di bagian utara Palestina pendudukan dan Dataran Tinggi Golan Suriah.
Serangan Hizbullah juga menyebabkan kebakaran di sejumlah lokasi di wilayah pendudukan Golan Suriah.
Tentara Israel mengumumkan pada hari Kamis bahwa seorang perwiranya dari pasukan cadangan tewas dalam baku tembak dengan Hizbullah di perbatasan utara dengan Lebanon.
Tentara Israel mengkonfirmasi kematian Mayor Itai Galah (38 tahun), dari Ramat Gan, wakil komandan kompi di Unit 8679, yang tewas dalam pertempuran di utara.
Hisham Safi al-Din, seorang pejabat senior di kelompok Hizbullah Lebanon, pada hari Kamis, menyatakan masih akan menyerang situs-situs baru di Israel.
“Rangkaian balasan berlanjut hingga hari ini, dan rangkaian ini akan terus menyasar situs-situs baru yang musuh tidak membayangkannya akan diserang,” tegasnya.
Eskalasi ketegangan antara Hizbullah dan Israel telah membuat mediator AS, Eropa, dan Arab berlomba mencegah konflik regional yang lebih luas.
Hizbullah mengatakan pihaknya menyerang Israel sebagai solidaritas dengan para pejuang Gaza, yang menyerang Israel selatan pada 7 Oktober hingga menewaskan sedikitnya 1.139 orang dan menawan 250 lainnya.
Sebagai tanggapan, Israel melancarkan serangan tanpa batas di Gaza yang telah menewaskan lebih dari 38.000 orang – sebagian besar anak-anak dan perempuan – serta memaksa sekitar dua juta lainnya mengungsi beberapa kali, dan menghancurkan wilayah pesisir yang telah lama terblokade itu.
Kini, ketika ketegangan dengan Hizbullah meningkat, para pejabat Israel mengatakan mereka mungkin akan berperang di Lebanon jika upaya solusi diplomatik gagal.
Konfrontasi perbatasan sejauh ini diperkirakan telah menewaskan sedikitnya 496 orang di Lebanon, sebagian besar adalah pejuang.
Pihak Israel mengaku hanya 15 tentara dan 11 warga sipilnya tewas, namun Hizbullah memastikan korban tewas di pihak Israel jauh lebih besar dari angka yang mereka klaim.(mm/raialyoum/aljazeera)