AlQuds, LiputanIslam.com – Media Israel membuat laporan-laporan yang memperingatkan mengenai apa yang mereka sebut kemajuan pesat Iran ke wilayah timur Benua Afrika serta dampak yang diklaim akan terjadi terhadap Terusan Suez di masa depan.
Sebuah laporan dari situs berita Israel Nziv mengatakan, “Jika Iran secara khusus melakukan ekspansi di Eritrea, Terusan Suez akan hilang selamanya, dan Iran akan memberikan dampak besar pada perekonomian Eropa, dan ini juga akan menjadi pukulan telak bagi AS dan para pengikutnya di kawasan sekitar.”
Laporan situs berbahasa Ibrani menambahkan bahwa di mata Teheran “kehadiran Iran di Eritrea akan berdampak positif dalam menjaga keamanan maritim, memerangi pembajakan kolonial Barat, dan meningkatkan kerja sama antara Yaman, Mesir, Iran, dan seluruh kawasan.”
Situs Nziv melanjutkan: “Setelah memperbarui hubungan dengan Sudan dan memperbarui jalur konvoi senjata dari Iran ke Yaman dan Gaza melalui Sudan, musim semi hubungan dengan Eritrea dimulai, yang lokasinya di seberang pantai barat Yaman dianggap menentukan bagi Iran.”
Laporan itu juga menyebutkan, “Israel di masa lalu melakukan upaya besar untuk menjauhkan Iran dari kawasan itu, dan kini tangan-tangan besar Tel Aviv tenggelam di laut. Tidak ada Kementerian Luar Negeri di Israel, dan menterinya pun tenggelam sibuk dengan perang politik di dalam partainya dan tidak berbuat apa-apa.”
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Eritrea mengatakan: “Asmara (ibu kota Eritrea) siap memperluas hubungannya dengan Teheran bahkan pada tingkat strategis.”
Sementara itu, surat kabar Jerman Bild pada hari Senin (1/7) melaporkan bahwa Israel akan memulai operasi darat di Lebanon selatan pada paruh kedua bulan Juli ini jika kelompok pejuang Hizbullah, sekutu terdekat Iran, tidak berhenti membom wilayah utara Palestina pendudukan.
Menurut diplomat Barat, Israel sedang mempersiapkan “skenario ekstrem,” dan jika Hizbullah tidak berhenti membom wilayah Israel maka operasi darat di Lebanon akan dimulai “pada minggu ketiga atau keempat bulan Juli.”
Surat kabar Bild dalam laporannya menyatakan, “Organisasi ini (Hizbullah) tidak berniat berhenti membom Israel.”
Seorang perwakilan Hizbullah belum lama ini mengatakan kepada Washington Post bahwa kelompok ini “siap menghentikan serangan hanya jika agresi di Gaza berhenti, dan tidak berniat membahas perjanjian apa pun sampai perang berhenti.” (mm/raialyoum)