Teheran, LiputanIslam.com – Pasukan elit Iran Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyatakan pihaknya berharap mendapat kesempatan lagi untuk melancarkan serangan langsung terhadap rezim Zionis Israel setelah beberapa bulan lalu menggempur Israel dalam operasi militer bersandi Janji Setia.
Komandan Pasukan Dirgantara IRGC, Jenderal Amir Ali Hajizadeh, dalam sebuah pernyataannya pada hari Senin (1/7) mengatakan bahwa dalam operasi itu, Iran meluncurkan 300 rudal ke Israel, sedangkan jika ada peluang lain maka akan ada operasi Janji Setia kedua, yang tidak akan diketahui lagi berapa banyak rudal yang harus ada di dalamnya.
Pada bulan lalu, juru bicara IRGC, Ramezan Sharif, mengatakan bahwa dalam peristiwa serangan langsung Iran terhadap Israel tersebut tak kurang dari 10 negara telah membantu Israel di bidang pertahanan udara untuk mencegat rudal dan drone Iran.
Dia juga mengatakan bahwa setelah lebih dari 50 tahun, Iran memberikan “tamparan keras terhadap entitas Zionis ini sehingga mereka bahkan tak percaya”.
“Tangan kami sekarang penuh senjata, dan musuh mengetahui poin ini. Operasi janji setia telah dilaksanakan dengan senjata-senjata lokal, dan ini bukanlah operasi manuver latihan, melainkan pentas operasi yang hakiki,” ujar Sharif.
Badai serangan Iran itu terjadi setelah Israel mengebom konsulat Iran di ibu kota Suriah, Damaskus, hingga mengakibatkan terbunuhnya dua perwira senior IRGC dan sejumlah pendamping mereka.
Iran menanggapi pemboman itu dengan badai serangan drone dan rudal yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap Israel. (mm/raialyoum)