AlQuds, LiputanIslam.com – Media Israel melaporkan lebih dari 500 kendaraan lapis baja Israel ringsek di Jalur Gaza sejak awal perang pada Oktober 2023.
Surat kabar Maariv pada hari Jumat (28/6) menyatakan, “Puluhan kendaraan militer ini tidak dapat digunakan lagi dan disingkirkan dari tentara Israel.”
Sejak awal perang, sayap militer g Hamas, Brigade Al-Qassam, dan berbagai faksi Palestina lainnya telah merilis ratusan rekaman video yang mendokumentasi serangan mereka terhadap kendaraan militer Israel dengan peluru buatan lokal selama serangan pasukan Zionis ke berbagai kota dan lingkungan Palestina di Jalur Gaza.
Surat kabar Israel itu menyebutkan, “Tentara Israel mendirikan dua pusat logistik di Jalur Gaza untuk memperbaiki kendaraan militer yang rusak akibat serangan militan Palestina.”
Maariv juga menyatakan bahwa tentara Zionis yang membawa kendaraan ini “lelah secara fisik dan psikologis” setelah kerugian yang mereka derita dalam jarak dekat.
“Mereka telah menderita kerugian berkali-kali sehingga mereka telah matang untuk memahami akibat dari perang, dan mereka lebih berpengalaman dibandingkan generasi tentara mana pun yang pernah berada di sini, namun fisik dan pikiran mereka kelelahan,” tulisnya.
Maariv kemudian memperingatkan, “Jika kita mengundang mereka untuk menduduki Lebanon selatan, mereka akan berada di sana, tapi mereka tidak akan berada dalam kondisi terbaiknya.”
Menurut surat kabar ini, perang di Gaza sejauh ini telah menghabiskan senjata lebih dariperkiraan tentara Israel dalam seluruh rencana perangnya.
Sejak 7 Oktober 2023, Israel melancarkan perang di Jalur Gaza yang telah menjatuhkan korban gugur dan luka sebanyak lebih dari 124.000 warga Palestina, yang sebagian besarnya adalah anak-anak dan wanita, danmenyebabkan lebih dari 10.000 orang hilang di tengah kehancuran masif serta kelaparan yang telah merenggut nyawa puluhan anak kecil.
Tel Aviv terus melanjutkan perangnya meskipun ada keputusan Dewan Keamanan PBB yang menyerukan penghentian perang “segera”, dan ada pula perintah dari Mahkamah Internasional untuk penghentian invasi ke kota Rafah serta pengambilan tindakan untuk pencegahan “genosida” dan perbaikan situasi kemanusiaan yang mengerikan di Gaza. (mm/raialyoum)