Sanaa, LiputanIslam.com – Angkatan Bersenjata Yaman kubu Ansarullah menyatakan bahwa dalam serangan terbaru pihaknya telah membidik empat unit kapal di Laut Merah dan Laut Mediterania, yaitu satu kapal AS dan tiga kapal lain yang dianggap melanggar “larangan akses ke pelabuhan” Israel.
Tentang ini, Juru Bicara Angkatan Bersenjata Yaman, Brigjen Yahya Saree, pada hari Jumat (28/6) mengatakan, “Angkatan bersenjata Yaman telah menyerang kapal minyak Waler di Laut Mediterania dengan sejumlah drone, saat sedang dalam perjalanan menuju pelabuhan Haifa (Israel).”
Dia menyebut operasi serangan itu dilakukan bekerja sama dengan kelompok bersenjata Irak bernama Resistensi Islam Irak (IRI), tanpa menjelaskan akibat dari serangan tersebut maupun pihak pemilik kapal tersebut.
“Kapal tersebut menjadi sasaran karena melanggar larangan masuk ke pelabuhan Palestina pendudukan (Israel),” ujarnya.
Saree menambahkan bahwa pihaknya juga menyerang kapal Johannes Maersk, yang berafiliasi dengan Perusahaan Maersk (Denmark), dengan rudal jelajah ketika sedang berlayar di Mediterania.
Dia memastikan bahwa operasi militer tersebut “berhasil mencapai tujuannya”, dan menyebut Maersk sebagai salah satu perusahaan pendukung entitas Zionis yang paling banyak melanggar larangan masuk ke pelabuhan-pelabuhan Palestina pendudukan.
Saree menambahkan bahwa pihaknya juga menyerang “kapal Ioannis di Laut Merah dengan sejumlah perahu drone”, dan kapal itu “langsung terhantam”, tanpa menyebutkan siapa pemiliknya.
Saree juga mengatakan, “Kapal Amerika Delonix juga menjadi sasaran di Laut Merah dengan sejumlah rudal balistik, dan operasi ini menyebabkan kapal itu terkena serangan secara langsung.”
Sebelumnya pada hari Jumat, Komando Pusat AS (CENTCOM) mengumumkan penghancuran sebuah pesawat nirawak yang diluncurkan oleh Angkatan Bersenjata Yaman menuju Laut Merah.
Sebagai bentuk “solidaritas dengan Gaza” dalam menghadapi perang Israel yang sedang berlangsung sejak 7 Oktober 2023, militer Yaman kubu Ansarullah sejak November 2023 mulai melancarkan serangan rudal dan drone terhadap kapal kargo Israel atau kapal yang terkait dengan rezim Zionis ini di Laut Merah.
Menanggapi serangan itu, AS dan Inggris sejak awal tahun ini mulai melancarkan serangan udara dan rudal terhadap lokasi-lokasi pasukanYaman, dan pasukan Yaman pun membalasnya dari waktu ke waktu.
Militer Yaman mengumumkan bahwa pihak menganggap semua kapal AS dan Inggris sebagai target serangan, dan memperluas serangannya ke kapal-kapal yang melewati Laut Arab, Samudera Hindia, atau negara lain mana pun. (mm/raialyoum)