Sanaa, LiputanIslam.com – Pemimpin Ansarullah Yaman Sayid Abdul Malik Al-Houthi menyebut pamor AS rusak parah karena tak berdaya membendung operasi militer Yaman dalam membela rakyat Palestina dan mendukung para pejuang Gaza.
Dalam pidato yang disiarkan langsung dari ibu kota Yaman, Sana’a, pada Kamis malam (27/6), Sayid Abdul-Malik mengutuk dukungan tanpa syarat dari AS dan Inggris kepada invasi Israel ke Jalur Gaza.
Dia mengatakan bahwa meskipun Israel –lah yang melakukan segala jenis kejahatan terhadap warga Gaza, namun kontinyuitas dukungan AS dan Inggris kepada rezim tersebut adalah hal yang “terkutuk”.
“Kejahatan keji rezim Zionis di Jalur Gaza telah mengungkap kebrutalan, agresi, kejahatan, kekejaman dan kebencian musuh,” sambungnya.
Dia menyinggung peristiwa seekor anjing militer Israel menyerang seorang nenek-nenek Palestina di dalam rumahnya di kamp pengungsi Jabalia di Gaza yang terjadi beberapa minggu lalu.
Pemimpin Ansarullah menyebut Israel sebagai musuh bebuyutan dalam segala hal, dan tidak ada pihak yang dapat hidup berdampingan dengannya, maka dia pun memastikan Angkatan Laut Yaman akan terus melanjutkan serangan mereka sampai serangan Israel terhadap Gaza berakhir, dan blokade terhadap wilayah pesisir itu dicabut.
“Perjuangan melawan musuh Zionis adalah pilihan yang tepat dan bijaksana, dan tidak ada pilihan lain yang bisa dilakukan,” ungkapnya.
Pemimpin Ansarullah mengecam negara-negara Arab yang disebutnya menutup mata terhadap penderitaan bangsa Palestina, dan mempertahanan hubungan dagang dengan Israel.
Sembari menyinggung penyergapan yang dilakukan oleh para pejuang Gaza, dia mengatakan bahwa militer Israel menderita “kerugian besar” setelah lebih dari delapan bulan melakukan invasi ganas.
“Israel gagal mencapai tujuan yang dinyatakannya di Gaza meskipun telah membantai begitu banyak warga Palestina di sana,” ujarnya.
Mengenai Hizbullah, dia mengatakan bahwa operasi kelompok pejuang dari Lebanon ini telah memberikan pukulan telak bagi pemukim Zionis Israel di wilayah utara dan menghancurkan perekonomian rezim tersebut.
Israel, katanya, sangat takut terlibat dalam konfrontasi militer dengan Hizbullah.
Dia kemudian memuji angkatan bersenjata Yaman sendiri atas berbagai operasi gabungan mereka baru-baru ini dengan kelompok perlawanan Irak terhadap kapal-kapal yang terkait dengan Israel di Laut Merah dan sasaran Israel di wilayah pendudukan Palestina. (mm/presstv)