Beirut, LiputanIslam.com – Pasukan pejuang Hizbullah Lebanon melepaskan satu skuadron drone kamikaze ke situs maritim Israel bersamaan dengan eskalasi operasi militer anti-Israel.
Dalam sebuah pernyataan pada hari Jumat (21/6), Hizbullah menegaskan pihaknya telah menyerang situs Ras al-Naqoura ‘secara akurat’ dan menghantam bangunan yang digunakan oleh perwira dan tentara Israelhingga menimbulkan korban jiwa dan kehancuran pada situs tersebut.
Hizbullah menyebutkan operasi itu dilancarkan demi mendukung pejuang resistensi Palestina yang gigih di Gaza, dan sebagai balasan atas serangan Israel pada hari Kamis di kota Derkiva di Lebanon, yang menggugurkan seorang anggota Hizbullah.
Dalam pernyataan terpisah, Hizbullah mengaku juga telah menembakkan roket ke situs Ruwaisat al-Qarn dan Zibdin di daerah pertanian Shebaa Lebanon yang diduduki dan juga ke situs Ramtha dan Al-Samaqa di perbukitan Kfar Shuba Lebanon yang diduduki.
Hizbullah meluncurkan operasi anti-Israel sejak 8 Oktober, sehari setelah perlawanan Gaza melancarkan operasi Badai Al-Aqsa sebagai reaksi terhadap meningkatnya kekerasan Israel terhadap warga Palestina di bawah kabinet ekstremis Benjamin Netanyahu dan penodaan berulang kali terhadap Masjid Al-Aqsa. .
Hizbullah meningkatkan operasi anti-Israel pekan lalu setelah rezim tersebut membunuh seorang komandan senior gerakan tersebut, Taleb Sami Abdullah.
Kekhawatiran meningkat selama seminggu terakhir mengenai konflik yang lebih luas ketika beberapa pejabat Israel mengancam akan melancarkan perang terhadap Lebanon.
Pada hari Selasa, militer Israel mengatakan bahwa rencana serangan di Lebanon “telah disetujui dan divalidasi.”
Pada hari yang sama, Hizbullah merilis rekaman video serangan drone di bagian utara wilayah pendudukan Israel, termasuk bagian kota dan pelabuhan Haifa.
Pada hari Rabu, pemimpin Hizbullah Sayid Hassan Nasrallah menegaskan “tidak ada tempat” di wilayah pendudukan Israel yang “akan terhindar dari serangan roket kami” dalam perang. Dia juga mengancam akan menyerang Siprus jika negara ini membantu invasi Israel ke Lebanon.
Pada hari Kamis, Hizbullah mengatakan pihaknya menembakkan puluhan roket ke barak Israel di bagian utara wilayah pendudukan Palestina sebagai pembalasan atas serangan udara Israel di Lebanon selatan.
Di Jalur Gaza, Israel kembali menyerang “zona kemanusiaan” hingga menewaskan sedikitnya 25 warga Palestina dan melukai 50 lainnya.
Laporan media menyebutkan serangan itu menyasar tenda-tenda di daerah Al-Mawasi, yang telah ditetapkan rezim sebagai “zona aman kemanusiaan.”
Setelah melepaskan bom suara untuk menarik perhatian orang-orang di sekitar salah satu rumah sakit darurat setempat di al-Mawasi, dekat Rafah, pasukan Israel menembakkan bahan peledak ke daerah tersebut hingga menewaskan sedikitnya delapan warga Palestina.
Dalam serangan terpisah, sedikitnya 10 warga Palestina gugur dan 17 lainnya luka-luka akibat serangan Israel terhadap sebuah rumah di kamp pengungsi al-Shati di Kota Gaza. (mm/presstv/aljazeera)