AlQuds, LiputanIslam.com – Media Israel dan para tokoh Israel terus mengomentari video yang dipublikasi oleh Hizbullah pada hari Selasa (18/6) dengan judul “Inilah yang dibawa pulang Hodhod,” yang telah menghimbun banyak gambar detail terkait dengan berbagai target strategis dan penting di wilayah utara Palestina pendudukan.
Saluran 14 Israel mengejek pernyataan tentara dengan mengatakan bahwa “alarm palsu tampak telah menggambarkan Teluk Haifa dan wilayah strategis sensitif lainnya di utara,” mengacu pada pernyataan juru bicara tentara Israel tentang pengaktifan sirine.
Media itu menyatakan, “Angkatan Udara prihatin dengan menjawab pertanyaan tentang bagaimana Hizbullah mampu terbang di atas instrumen paling mahal milik tentara Israel ketika mereka berlabuh di pelabuhan Haifa.”
Saluran 14 Israel menambahkan, “Meskipun Hizbullah telah membuat kita tidur selama dua hari, mereka sangat tertarik untuk memotret semua tempat strategis kita di seluruh wilayah Haifa.”
Saluran itu kemudian menyatakan, “Video Hizbullah menyampaikan pesan yang jelas kepada Israel bahwa Hizbullah tersebut hadir di wilayah Israel baik di udara, darat dan laut, dan sedang merencanakan apa yang akan terjadi selanjutnya, dan bahwa mereka mampu melancarkan serangan yang hebat.”
Menurut media itu, apa yang dilakukan Hizbullah tersebut menandai “kegagalan keamanan Israel tingkat pertama,” dan menunjukkan bahwa “situasi di utara jauh lebih buruk dari yang kita bayangkan.”
Jackie Hoji, jurnalis Israel urusan Arab, mengatakan bahwa video Hizbullah “ingin menyampaikan pesan bahwa jika Israel tidak mengurangi serangan masifnya di Lebanon maka Hizbullah akan terpaksa menggunakan kekuatan yang lebih besar, dan bahwa Haifa ada di tangannya.”
Komentator urusan militer di Channel 13 Israel, Or Heller, mengatakan, “Hizbullah ingin menunjukkan kepada Israel bahwa mereka mempunyai kemampuan untuk terbang di atas wilayah udaranya seperti halnya mereka terbang di atas wilayah udara Lebanon.”
Kepala otoritas lokal di Haifa, Yona Yahav, menyebutkan bahwa dengan video itu Hizbullah sedang mengobarkan perang urat saraf terhadap pemukim di Haifa dan wilayah utara.
Mantan ketua Dewan Keamanan Nasional, Giora Eiland, mengatakan kepada Channel 12 Israel, “Israel menggunakan terminologi yang salah terhadap Hizbullah dengan menyebutnya sebagai organisasi, sebab Hizbullah tidaklah demikian, melainkan tentara canggih yang tiada bandingannya sejak lama.”
Eiland menambahkan bahwa Hizbullah “memiliki 70 hingga 80 ribu pejuang yang terorganisir, terlatih dan dilengkapi dengan baik, dan ditempatkan di lingkungan yang sangat mendukung, yang sebagian besar berakar di dalam tanah, dan memungkinkan penempatan dan kemandirian dengan kekuatan kecil.”
Eiland menyimpulkan bahwa jika terjadi perang skala besar dengan Lebanon maka “Israel akan membuat kesalahan jika mencoba menangani Hizbullah hanya dengan cara militer.” (mm/almayadeen)