Teheran, LiputanIslam.com – Menteri Komunikasi dan Teknologi Informasi Iran Issa Zarepour mengatakan negara republik Islam ini akan meresmikan pelabuhan antariksa terbesar di kawasan Asia Barat (Timteng) di kota pelabuhan selatan Chabahar pada awal tahun depan.
“[Proses pembangunan] pelabuhan tahap pertama telah selesai berkat upaya yang dilakukan sepanjang waktu,” katanya di Zahedan , Kamis (6/5).
Menurutnya, proses tersebut sejauh ini telah mencapai “kemajuan fisik sebanyak 56 persen.”
“Fasilitas tersebut akan diresmikan melalui upacara Fajar 10 Hari,” tuturnya.
Fajar yang dia maksud adalah perayaan tahunan selama 10 hari yang menandai kemenangan bersejarah Revolusi Islam di negara tersebut pada tahun 1979. Perayaan tersebut akan dimulai pada akhir Januari tahun depan.
Pelabuhan antariksa tersebut diperkirakan akan menjadi tuan rumah peluncuran pertamanya pada Maret mendatang, tambah Zarepour.
Pejabat itu mengatakan pembangunan fasilitas tersebut dimulai di bawah pemerintahan Ebrahim Raisi, mengacu pada mantan presiden Iran, yang gugur bersama rekan-rekannya dalam kecelakaan helikopter bulan lalu.
Dia menyebutkan bahwa pelabuhan antariksa itu juga akan berfungsi sebagai penghormatan kepada Alm. Sayid Raisi.
Meskipun dikenai sanksi oleh negara-negara Barat sejak beberapa tahun silam, Iran justru menempuh langkah-langkah besar dalam program luar angkasa sipilnya.
Pada bulan Februari lalu, Zarepour mengatakan Iran masuk dalam 10 besar negara dunia dalam pembuatan satelit dan wahana luar angkasa.
“Wahana luar angkasa kami dapat membawa satelit dengan berat hingga 200 kilogram dan menempatkannya di orbit,” ujarnya saat itu.
Dia juga menyebutkan bahwa Iran berencana mengirim satelit yang lebih berat ke luar angkasa dalam lima tahun ke depan, dan bahwa Iran juga telah berhasil menempatkan satelitnya di orbit Bumi Rendah, yang berjarak 450 hingga 2.000 kilometer dari Bumi. (mm/presstv)