Teheran, LiputanIslam.com – Pemimpin Besar Iran Ayatullah Sayid Ali Khamenei pada hari Rabu (23/4) menerima kunjungan kepala biro politik Hamas, Ismail Haniyeh, yang datang ke Teheran atas nama pemerintah Palestina dan bangsa Palestina, di mana ia menyampaikan belasungkawa kepada Ayatullah Khamenei dan rakyat Iran atas gugurnya presiden dan menteri luar negeri Iran serta beberapa rekannya.
Dalam pertemuan tersebut, Ayatullah Khamenei mengucapkan terima kasih kepada rakyat Palestina, khususnya penduduk Gaza, atas simpati dan belasungkawa mereka atas gugurnya Presiden Iran dan beberapa rekannya. Dia juga mengucapkan tasliyat sekaligus tahniyat atas kesyahidan putra-putra Haniyeh akibat serangan pasukan Zionis Israel, dan memuji kesabaran Haniyeh.
Menyinggung dahsyatnya resistensi rakyat Gaza, Ayatullah Khamenei mengatakan, “Siapa dahulu mengira bahwa suatu hari nanti slogan-slogan yang mendukung Palestina akan dikibarkan di universitas-universitas AS dan bendera Palestina akan dikibarkan, dan siapa dahulu akan percaya bahwa pada suatu hari nanti di Jepang dan dalam demonstrasi pro-Palestina slogan ‘mampus Israel’ diteriakkan dalam bahasa Persia?!”
Dia menambahkan, “Bisa jadi di masa mendatang akan terjadi peristiwa yang sekarang tak dapat dipercaya berkenaan dengan kondisi Palestina.”
Berkenaan dengan janji Allah bagi para pejuang di jalanNya, Ayatullah Khamenei menyinggung janji Allah kepada ibunda Nabi Musa as dengan mengutip firmanNya kepada ibunda Musa as;
“Janganlah engkau takut dan janganlah (pula) bersedih. Sesungguhnya Kami pasti mengembalikannya kepadamu dan menjadikannya sebagai salah seorang rasul.’” (QS. Al-Qashash: 7)
Ayatullah mengatakan; “Allah Swt menyampaikan dua janji kepada ibunda Musa. (Pertama) ‘Sesungguhnya Kami pasti mengembalikannya kepadamu’, dan (kedua), menjadikannya sebagai salah seorang rasul.”
Dia kemudian mengutip ayat 13 dari surat yang sama;
“Lalu, Kami mengembalikan dia (Musa) kepada ibunya agar senang hatinya serta tidak bersedih, dan agar dia mengetahui bahwa janji Allah adalah benar.”
Ayatullah Khamenei menjelaskan; “Janji yang Allah inginkan supaya ibunda Musa memahaminya bukanlah janji pengembalian Musa, sebab Musa sudah kembali. Janji yang dinantikan oleh ibunda Musa ialah janji kedua; ‘menjadikannya sebagai salah seorang rasul.’ Janji pertama telah terwujud sehingga selanjutnya ibunda Musa praktis percaya bahwa janji kedua juga akan terpenuhi.”
Bertolak dari ayat-ayat tersebut, Ayatullah Khamenei lantas menggambarkan bahwa dalam masalah Palestina pun juga ada dua janji Allah Swt.
“Janji ilahi yang pertama untuk Anda sekalian telah terpenuhi, yaitu bahwa suatu kelompok kecil: ‘Berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah (QS. Al-Baqarah: 249)’. Anda adalah golongan yang sedikit namun dapat mengalahkan golongan yang banyak. Golongan yang banyak itu ialah AS, NATO, Inggris dan lain-lain,”terangnya.
Ayatullah Khamenei melanjutkan, “Dengan demikian, janji yang lain berupa kemusnahan Israel juga dapat menjadi kenyataan, dan akan terbentuk (lagi) Palestina dari sungai hingga ke lautnya. Insya Allah, Anda sekalian akan juga akan melihatnya.”
Di bagian akhir, Ayatullah Khamenei mengatakan bahwa Presiden sementara Iran Mohammad Mokhber akan melanjutkan kebijakan dan kepedulian Alm. Sayid Ebrahim Raisi, yang telah gugur bersama beberapa rekannya dalam kecelakaan helikopter. (mm/alalam)