Sanaa, LiputanIslam.com – Angkatan Bersenjata Yaman kubu Ansarullah pada hari Jumat (17/5)mengumumkan bahwa pertahanan udaranya berhasil merontokkan satu unit drone MQ-9 milik AS pada malam sebelumnya.
Bersamaan dengan ini, berbagai kota dan daerah Yaman kembali dibanjiri unjuk rasa akbar anti Israel.
Juru bicara Angkatan Bersenjata Yaman, Brigadir Jenderal Yahya Saree, menyatakan bahwa drone itu tertembak jatuh ketika terbang untuk tujuan agresif di angkasa provinsi Ma’rib.
“Ini adalah pesawat keempat yang ditembak jatuh selama Pertempuran Penaklukan yang Dijanjikan dan Jihad Suci untuk mendukung Gaza,” sambungnya.
Dia menjelaskan, “Pesawat itu menjadi sasaran rudal permukaan-ke-udara buatan lokal, dan rekaman detik-detik jatuhnya pesawat akan disebarkan kemudian.”
Dia juga bahwa Angkatan Bersenjata mengkonfirmasi kesiapan penuh mereka di semua tingkatan, darat, laut dan udara, semua upaya musuh akan gagal, dan Angkatan Bersenjata terus memantau mereka.
Sementara itu, lautan manusia kembali membanjiri puluhan alun-alun yang tersebar di berbagai provinsi Yaman
di mana massa melanjutkan aksi solidaritas untuk Palestina. Aksi terbesar berlangsung di alun-alun Al-Sab’in, Sanaa, di mana massa membentangkan spanduk-spanduk bertuliskan kecaman terhadap kejahatan Israel di Jalur Gaza, dan kutukan terhadap “genosida AS-Israel” terhadap penduduk Gaza yang telah berlangsung lebih dari tujuh bulan.
Seorang aktivis yang berpartisipasi dalam aksi itu mengatakan, “Ada jihad suci bersama Gaza, dan tak ada garis merah sekarang bagi seluruh rakyat Yaman. Mereka bersama Gaza, dan akan terus demikian. Mereka juga telah meluncurkan babak kelima (eskalasi) dan meminta kepada Angkatan Bersenjata Yaman untuk terus melancarkan serangan terhadap musuh, Zionis.”
Aksi yang mewarnai berbagai penjuru Yaman itu juga diwarnai kecaman terhadap persekongkolan Barat untuk apa yang terjadi Palestina. Massa juga mengecam kebungkaman dunia Arab dan Islam atas apa yang menimpa penduduk Gaza.
Deklarasi aksi rakyat Yaman mengingatkan kepada para penguasa Arab yang berkumpul di KTT Arab di Manama, ibu kota Bahrain, agar perasaan mereka tergerak dan kemudian mereka mengambil tindakan yang kongkret dan serius demi membela Palestina, terutama dengan mengaktivasi opsi boikot politik dan ekonomi terhadap Israel.
Aksi rakyat Yaman itu mengangkat slogan “Jihad Suci bersama Gaza tanpa garis merah”. Massa juga menegaskan kesiapan mereka menjadi relawan dan berpartisipasi aktif dalam perang membela bangsa Palestina yang dijalani oleh Angkatan Bersenjata Yaman.
Massa juga mengapresiasi kontinyuitas operasi maritim fase keempat, dan mendukung semua langkah resmi yang dilakukan dalam eskalasi dukungan kepada Gaza.
Massa mengatakan bahwa medan laga ini takkan pernah berhenti bergejolak kecuali jika Israel menyudahi agresi terhadap Gaza.
Massa juga memuji keteguhan dan resistensi rakyat Palestina, dan mengapresiasi pula operasi-operasi jihad di Lebanon dan Irak untuk mendukung Palestina. (mm/alalam)