Sanaa, LiputanIslam.com – Angkatan bersenjata Yaman mengumumkan serangannya terhadap kapal perusak AS dan sebuah kapal lain yang mencoba “menipu” di Laut Merah.
Jubir Angkatan Bersenjata Yaman Brigjen Yahya Saree menyatakan bahwa serangan dilancarkan sebagai bentuk pembelaan atas rakyat tertindas Palestina dan sebagai tanggapan atas agresi AS dan Inggris terhadap Yaman, setelah terjadi pelanggaran terhadap larangan Yaman atas lalu lintas kapal yang berlayar menuju pelabuha-pelabuhan di Palestina pendudukan
Dalam pernyataan pada hari Rabu (15/5), Yahya Saree menjelaskan bahwa Angkatan Laut Yaman melakukan operasi militer yang menyasar kapal perusak USS Mason di Laut Merah dengan sejumlah rudal maritim yang sesuai dan bahwa serangan tepat mengena target.
Dia juga menyebutkan bahwa bahwa Angkatan Llaut, Pasukan Rudal, dan Pasukan Drone telah melakukan operasi gabungan yang tepat membidik kapal Destiny di Laut Merah.
Berikut ini pernyataan lengkap Yahya Saree:
Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
Allah Swt berfirman:
“Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.” (QS. Muhammad: 7)
Demi membela rakyat tertindas Palestina dan sebagai balasan atas agresi AS-Inggris terhadap negara kami, Angkatan Laut (AL) Yaman telah melancarkan operasi militer terhadap kapal perusak USS Mason di Laut Merah dengan sejumlah rudal maritim yang sesuai, dan serangan ini tepat mengena sasaran, berkat pertolongan Allah.
Bersamaan dengan ini, AL serta pasukan rudal dan pasukan drone Angkatan Bersenjata melancarkan sebuah operasi gabungan yang menyasar kapal Destiny di Laut Merah, dan serangan ini juga tepat mengenai sasaran, berkat pertolongan Allah.
Serangan ini dilakukan setelah kapal Destiny melanggar larangan lalu lintas kapal yang mengarah ke pelabuhan-pelabuhan di Palestina pendudukan, dengan berlayar menuju pelabuhan Eilat pada 20 April dengan cara menipu dan mengaku bergerak ke arah pelabuhan lain. Namun, kapal itu terpantau oleh angkatan bersenjata kami, dan telah disampaikan peringatan kepada kapal itu untuk tidak masuk ke pelabuhan Palestina pendudukan, tapi kapal itu bersikeras melanggar larangan, sehingga kemudian masuk dalam daftar kapal-kapal yang menjadi target serangan dan larangan berlayar di zona operasi Angkatan Bersenjata Yaman.
Angkatan Bersenjata Yaman, dengan pertolongan Allah serta dengan dukungan rakyat Yaman yang besar serta semua kaum merdeka umat (Islam) akan terus melancarkan operasi militernya demi menolong bangsa tertindas Palestina dan membela Yaman yang mulia.
Operasi ini takkan pernah berhenti kecuali blokade dicabut dan agresi terhadap bangsa Palestina di Jalur Gaza dihentikan.
Cukuplah Allah sebagai penolong dan sebaik-baik pelindung bagi kami.
Hidup Yaman serta mulia dan merdeka
Kemenangan bagi Yaman dan segenap kaum merdeka umat Islam
Sanaa, 7 Dzulkaidah 1445 H/15 Mei 2024
(mm/alalam)