Sinai, LiputanIslam.com – Media Israel melaporkan bahwa seorang pengusaha yang berafiliasi dengan Israel di kota Alexandria, Mesir, tewas diserang orang tak dikenal, sementara Kementerian Luar Negeri Israel mengaku sedang menyelidiki insiden tersebut.
Lembaga Penyiaran Israel memberitakan bahwa pengusaha yang terbunuh diketahui bernama Zev Kipper.
Surat kabar Israel Yedioth Ahronoth menyebutkan Kipper memasuki Mesir dengan paspor Kanada, dan dia adalah pemilik perusahaan ekspor buah dan sayuran.
Di media sosial tersiar pernyataan sebuah kelompok yang menamakan dirinya “Barisan Pembebasan Kelompok Syahid Mohamed Salah”. Mereka mengaku bertanggung jawab atas “pembunuhan agen kriminal Israel Ziv Kipper.”
Kelompok itu menegaskan bahwa Kipper “menggunakan beberapa aktivitas komersial sebagai kedok untuk mempraktikkan aktivitasnya dalam mengumpulkan informasi dan merekrut orang-orang yang bermental lemah untuk kepentingan Mossad.”
Mereka menegaskan bahwa apa yang dia laporkan mengenai aktivitas Kipper didasarkan pada penilaian informasi yang akurat, dan akan mempublikasikan rincian penilaian ini secara berturut-turut “sesuai situasi keamanan yang memungkinkan.”
Beredar pula rekaman video detik-detik penembakan terhadap pengusaha Israel tersebut. Dalam video berdurasi 19 detik terlihat perekam yang juga pelaku penembakan berjalan kaki mendekati sebuah mobil dan kemudian dari jarak dekat melepaskan beberapa tembakan kepada seseorang yang duduk di jok depan mobil sembari berseru; “Shalum (salam) dari anak-anak Gaza!”
Pada tanggal 8 Oktober, setidaknya tiga tentara Zionis tewas ketika seorang polisi Mesir menembaki mereka di daerah Amud al-Sawari, juga di Alexandria.
Mohamed Salah adalah seorang pelaksana wajib militer Mesir, yang gugur pada usia 23 tahun setelah menembak mati tiga tentara Zionis dan melukai satu lainnya pada tanggal 3 Juni, ketika dia sedang menjalankan dinas militernya di wilayah Sinai. (mm/alalam)