Teheran, LiputanIslam.com – Pemimpin Besar Iran Ayatullah Sayid Ali Khamenei dalam pidatonya seputar penyelenggaraan ibadah haji pada tahun ini menyatakan bahwa salah satu rukun ibadah haji berupa bara’at min al-musyrikin (keberlepasan diri dari kaum musyrik) hendaknya ditunaikan secara lebih serius dan khusyuk, mengingat besarnya kejahatan musuh terhadap rakyat Palestina di Jalur Gaza yang bahkan menguak kebiadaban kalangan yang berbasis peradaban Barat.
“Serangan brutal anjing-anjing liar Zionis di satu sisi dan perlawanan serta keteraniayaan rakyat Gaza di sisi lain akan tercatat lestari dalam sejarah, dan memperlihatkan jalan kepada manusia di mana reaksi menakjubkan dan tak pernah ada sebelumnya di tengah berbagai komunitas masyarakat Muslim serta universitas-universitas AS dan sejumlah negara lain adalah bagian dari indikator pembuatan sejarah dan indikator ini,” ujarnya.
Sembari mengutip ayat suci Al-Quran yang melarang persahabatan dengan penindas, Ayatullah Khamenei menyebut Rezim Zionis Israel sebagai manifestasi dari penindas itu, dan AS adalah pihak yang bersahabat dan bersekongkol dengannya.
Dia menyoal, “Seandainya tak ada bantuan AS, mampu dan beranikah Rezim Zionis berperilaku sedemikian brutal terhadap orang Islam, kaum wanita dan anak-anak kecil?”
Dia menambahkan, “Pelaku dan pendukung aksi pembunuhan dan pengusiran orang-orang Islam ini sama-sama zalim, dan sesuai penegasan Al-Quran, orang yang bersahabat dengan pelaku maka dia juga zalim dan penindas serta terkena laknat Allah Swt.”
Mengenai sikap Iran, Ayatullah Khamenei menyebut bahwa Iran terus membela Palestina dengan berbagai cara tanpa harus menantikan partisipasi pihak-pihak lain, meski pada dasarnya sangat mengharapkan partisipasi itu, terlebih dari negara-negara Islam, agar upaya menjadi lebih efektif untuk menyudahi tragedi di Jalur Gaza.
Dia mengatakan, “Republik Islam (Iran) tidak akan diam menunggu pihak lain, hanya saja seandainya berbagai elemen bangsa dan negara Islam membantu dan menyertai maka kondisi tragis bangsa Palestina tidak akan berlanjut.” (mm/alalam)