Beirut, LiputanIslam.com – Tokoh Hamas Osama Hamdan dalam pernyataan media pada hari Rabu (1/5) menyatakan bahwa kontak dengan para pemimpin Hamas Abu Khaled Al-Deif dan Yahya Al-Sanwar masih berkelanjutan.
Hamdan mengatakan bahwa komunikasi antara para pemimpin resistensi di Gaza dan kantor politik Hamas terus berlangsung melalui metode dan sarananya sendiri, serta ada pemantauan ketat yang terus menerus di lapangan.
Dia menyebutkan bahwa kemampuan kubu pejuang resistensi masih tinggi, dan bahwa “brigade elit Israel telah runtuh di Jalur Gaza”, dan “rezim pendudukan masih terkejut dengan kemampuan perlawanan di Gaza.”
Hamdan mencatat bahwa kubu resistensi telah memasuki tahap bentrokan yang intensif dan kontinyu dengan Israel.
Dia memastikan kubu resistensi masih baik-baik saja, dan musuh bertaruh pada penurunan kemampuan perlawanan, namun kemampuan perlawanan masih tinggi.
Hamdan memperingatkan bahwa jika pasukan Zionis melancarkan operasi darat di Rafah, negosiasi akan terhenti, karena kubu resistensi tidak akan bernegosiasi di bawah serangan.
Hamdan percaya bahwa “salah satu hasil terpenting dari pertempuran ini ialah bahwa poros perlawanan semakin meningkat dalam hal kekuatan dan kekuasaan.”
Mengenai serangan Iran terhadap Israel beberapa waktu lalu, dia mengatakan, “Apa yang terjadi melalui respon Iran terhadap entitas Zionis menetapkan landasan bagi perimbangan baru.”
Dia juga mengatakan bahwa pihak yang menjalankan dermaga laut di Gaza adalah pemerintah AS dan “setiap tentara bersenjata di tanah Gaza adalah musuh rakyat Palestina,” dan bahwa “kubu resistensi telah menggagalkan proyek otoritas politik baru di Jalur Gaza.”
Agresi berkelanjutan pasukan pendudukan Zionis terhadap Gaza dengan dukungan AS dan sejumlah negara Eropa telah menggugurkan sedikitnya 34.568 orang, yang sebagian besar adalah adalah kecil dan kaum perempuan, melukai 77.765 lainnya, dan menyebabkan sekitar 1,7 juta orang mengungsi, menurut data PBB. (mm/raialyoum)