Sanaa, LiputanIslam.com – Angkatan Bersenjata Yaman mengumumkan pihaknya telah menyerang dua kapal perusak AS di Laut Merah dan sebuah kapal Israel di Samudera Hindia dengan drone.
Hal ini disampaikan dalam pernyataan yang disiarkan televisi oleh juru bicara militer pasukan “Ansar Allah”, Yahya Saree, pada Senin malam (29/4).
“Sebagai pembelaan atas rakyat tertindas Palestina, dan sebagai tanggapan atas agresi Amerika-Inggris terhadap negara kami, Angkatan Bersenjata melancarkan operasi militer terhadap kapal perang musuh di Laut Merah.”
Dia menyebutkan bahwa operasi tersebut termasuk “menyasar dua kapal perang Amerika dengan sejumlah drone yang berhasil mencapai tujuannya.”
Saree menambahkan, “Angkatan laut, pasukan rudal, dan angkatan udara menargetkan kapal CYCLADES dalam operasi gabungan di Laut Merah, dan serangannya akurat.”
Dia menjelaskan bahwa kapal itu diserang karena melanggar larangan lewat bagi kapal yang berlayar menuju pelabuhan Palestina pendudukan.
Menurut Saree, unit pasukan drone Yaman juga menyerang kapal Israel MSC ORION di Samudera Hindia dengan sejumlah drone.
“Dengan dukungan rakyat besar dan bebas di negara ini, kami akan terus melakukan operasi militer untuk mendukung rakyat Palestina yang tertindas dan membela Yaman tercinta,” lanjutnya.
Sebagai bentuk “solidaritas dengan Gaza,”yang diinvasi oleh militer Rezim Zionis Israel sejak 7 Oktober 2023, Yaman menyerang kapal Israel atau kapal yang terkait dengannya di Laut Merah dan Laut Arab.
AS dan Inggris melakukan intervensi melalui koalisi yang melancarkan serangan terhadap posisi-posisi tentara Yaman kubu Ansarullah sehingga ketegangan meningkat sejak Januari lalu, dan tentara Yaman mengumumkan bahwa mereka sekarang menganggap semua kapal AS dan Inggris sebagai target militernya.
Belakangan, tentara Yaman menegaskan bahwa mereka akan memperluas serangannya dengan “mencakup kapal-kapal musuh yang melintas di Samudera Hindia melalui rute Tanjung Harapan.” (mm/ raialyoum)