Sanaa, LiputanIslam.com – Pemimpin gerakan Ansarullah Yaman, Sayid Abdul-Malik al-Houthi, mengatakan bahwa sejak dimulainya perang di Gaza pada 7 Oktober 2023, pasukan Yaman telah menyerang 102 unit kapal AS, Inggris, dan Israel.
Dalam pidato di televisi, pada hari Kamis (25/4), dia mengatakan, “Front Yaman dan operasi militer angkatan lautnya terus berlanjut, dan kami berupaya memperluas dan memperkuatnya di medan barunya di Samudera Hindia.”
Dia lantas mengatakan bahwa pasukan Yaman “membidik 102 kapal AS, Inggris, dan Israel selama 202 hari agresi Israel di Gaza (sejak awal perang di Jalur Gaza).”
Al-Houthi menambahkan, “Tingkat operasi kami dalam menyerang kapal-kapal yang terkait dengan musuh Israel mencapai satu kapal setiap dua hari.”
Dia memperkirakan bahwa “pergerakan kapal Amerika di Laut Merah telah menurun sebesar 80 persen,” dan menilai hal ini sebagai “kemenangan dan pencapaian besar.”
“Pihak Amerika telah mengubah pergerakan kapal (komersial) mereka ke rute yang jauh (dari Laut Merah), seperti Samudera Hindia. Meskip demikian, mereka menghadapi bahaya yang semakin meningkat dari hari ke hari.”
Mengenai dampak serangan itu, dia menyebutkan, “Pengalihan rute laut yang jauh berdampak pada perekonomian Amerika dalam penundaan barang, biaya pengiriman, asuransi transportasi laut, dan kenaikan harga.”
Al-Houthi juga menjelaskan, “Operasi asuransi per kapal untuk beberapa perusahaan di Amerika berjumlah $50 juta. Ini belum pernah terjadi sebelumnya dan merupakan masalah nyata bagi mereka.”
Pada tanggal 18 April, dia meminta negara-negara Eropa menarik “kapal perang” mereka dari Laut Merah, sembari menekankan bahwa “tidak ada bahaya bagi navigasi Eropa jika tidak menuju ke Israel.”
Ketika menyinggung hal itu, Al-Houthi dalam pidato terbarunya mengatakan, “Beberapa unit (kapal perang) Eropa menarik diri dari Laut Merah.” Dia lantas berharap kapal-kapal “yang tersisa di antaranya” juga akan ditarik.
Dia juga mengatakan, “Kami berusaha meyakinkan kapal-kapal negara lain (bahwa mereka tidak akan diserang) selama mereka tidak mendukung musuh, Israel, dan selama negara mereka tidak terlibat dalam agresi terhadap negara kami.” (mm/raialyoum)