Teheran, LiputanIslam.com – Iran telah menggempur Nevatim, pangkalan udara Israel yang dilengkapi pertahanan anti-pesawat dan pertahanan rudal terkuat, dalam operasi serangan bersandi Janji Setia , yang dilakukan sebagai tanggapan atas serangan Israel terhadap Konsulat Iran di Damaskus.
Dikutip situs berita Al-Alam milik Iran, Senin (22/4), sebuah sumber informasi mengatakan, “Dengan dilaksanakannya operasi hukuman terhadap pangkalan militer musuh Zionis, berubahlah asumsi bahwa Iran tidak akan menanggapi agresi entitas Zionis, sebab sebelumnya mereka tidak mendapat reaksi balasan yang sesuai atau reaksi yang tidak diumumkan, sehingga musuh ini berpikir bahwa mereka tidak akan mendapat reaksi, namun asumsi ini akhirnya menguap akibat operasi serangan tersebut.”
Menyusul pengumuman Teheran mengenai niatnya membalas serangan Israel terhadap konsulat Iran, telah ada upaya untuk mencegah Iran agar tidak membalas, atau setidaknya membatasi balasan seminimal mungkin.
Menurut sumber informasi, operasi tersebut terbatas cakupannya dan dimaksudkan hanya sebagai sanksi hukuman, sehingga hanya target yang berpartisipasi dalam serangan terhadap konsulat Iranlah yang dipilih.
Fokus dari operasi ini adalah menindak musuh dengan serangan-serangan presisi, dan masalah ini berarti konfrontasi dengan angkatan udara dan pertahanan udara musuh saja, dan meski terdapat semua kendala ini, operasi serangan ini telah sukses dilakukan dengan target-target yang terbatas itu.
Sumber informasi itu menjelaskan bahwa banyak negara memberikan senjata, informasi intelijen, dan dukungan lapangan kepada Israel untuk menghadapi operasi serangan Iran. Banyak pula jet tempur Israel yang bekerja berjam-jam untuk menghadapi serangan Iran. Namun semua tindakan ini gagal karena sebagian senjata yang digunakan dalam operasi ini dimaksudkan untuk mengalihkan perhatian pesawat dan pertahanan musuh sehingga rudal-rudal yang dilesatkan kemudian pun mencapai sasaran-sasaran yang diinginkan.
Operasi Janji Sejati itu memiliki beberapa karakteristik, yang utamanya adalah penyerangan terhadap lokasi strategis Israel sehingga Iran mendapat kemenangan strategis, sebagaimana operasi Badai Al-Aqsa di mana para pejuang Palestina mendapat kemenangan strategis, dan Israel tidak dapat menebus kekalahan strategisnya.
Sumber informasi Iran itu mengungkapkan bahwa hanya beberapa provinsi bagian barat Iran yang berkontribusi dalam operasi Janji Setia. Semua pangkalan yang tersebar di seantero Iran sebenarnya bisa saja digunakan, tetapi hanya provinsi Fars, Khuzestan, Isfahan, Markaziyah, Zanjan, Kermanshah, dan Azerbaijan Timur yang berpartisipasi dalam operasi tersebut, karena partisipasi ini bersifat simbolik.
Sumber itu memastikan bahwa selain menderita korban jiwa, Israeljuga kehilangan sejumlah pesawat militernya akibat serangan Iran tersebut, dan setelah menderita kerugian, Israel memutus internet, mencegah wartawan meliput lokasi yang menjadi sasaran rudal, dan kemudian merelokasi peralatan yang rusak pada hari-hari berikutnya.
Dalam serangan hibrida ini, Iran menggunakan pasukan drone, rudal jelajah dan balistik, dan misi pasukan drone hanya untuk mengecoh perhatian pihak lawan.
Menurut sumber itu, Iran tidak melihat Israel berkemampuan membalas, namun “kami siap memberikan respon yang lebih kuat jika musuh membalas.”
Dia juga memastikan hanya sebagian dari kemampuan militer Iran yang digunakan dalam operasi Janji Setia karena terbatasnya pemilihan target.
“ Jika perlu, bisa saja Iran menggunakan lebih dari lima kali lipat peralatan dan senjata dalam operasi ini,” tuturnya.
Dia mengatakan bahwa seandainya operasi itu berkelanjutan maka payung rudal Israel akan runtuh oleh senjata dalam jumlah yang minim, dan rudal-rudal yang datang menyusul akan mencapai sasaran tanpa hambatan apa pun.
Sumber informasi tersebut menambahkan bahwa beberapa negara Arab memberikan bantuan yang signifikan kepada musuh Zionis dalam upaya mengintersepsi serangan Iran tersebut. (mm/alalam)