Teheran, LiputanIslam.com – Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah Sayid Ali Khamenei, menyatakan bahwa masalah jumlah rudal yang diluncurkan Iran atau rudal yang mengenai sasaran di Palestina pendudukan (Israel) yang menjadi fokus pihak lain adalah isu sekunder dan marjinal.
Menurutnya, isu utamanya adalah adanya bukti kuatnya kemauan rakyat dan angkatan bersenjata Iran di suatu kancah krusial internasional, dan ketidaknyamanan pihak lain adalah buktinya.
Dalam kata sambutannya pada hari Ahad (21/4),saat menerima rombongan pimpinan angkatan bersenjata, Ayatullah Khamenei, memandang prestasi angkatan bersenjata belakangan ini telah menimbulkan rasa kejayaan dan kebesaran Iran di mata dunia.
“Dewasa ini, berkat aktivitas angkatan bersenjata kita, IRGC, tentara dan polisi, dengan cara masing-masing, alhamdulillah, citra negara ini di dunia menjadi terpuji,” tuturnya.
Dia menjelaskan, “Orang-orang dari berbagai kalangan, tentu di semua negara ada saja orang-orang yang tak tahu menahu apa yang sedang terjadi di negara masing-masing, dan orang seperti ini di luar pembicaraan kita, sedangkan orang-orang yang mengetahui isu-isu hangat dunia, isu-isu berbagai negara dan terutama isu-isu regional, di negara manapun ketika memandang Republik Islam Iran mereka merasakan keagungan dan kehormatan. Ini sangatlah penting.”
Dia menambahkan, “Bahwa pihak lawan berkasak-kusuk ihwal berapa jumlah rudal yang tertembak, berapa yang mengena target, dan berapa yang luput, ini adalah masalah sekunder. Masalah primernya ialah menampaknya kekuatan kehendak bangsa dan pasukan militer Iran dalam suatu kancah internasional yang begitu krusial. Inilah yang penting, dan ini telah terjadi.”
Ayatullah Khamenei juga mengatakan, “Pihak-pihak yang terpukul di Gaza, dan pihak-pihak yang kecewa terhadap situasi global ini, mereka semua kecewa adalah karena aspek ini. Alhamdulillah, angkatan bersenjata Iran telah pasang badan dan tampil dengan baik.”
Lebih lanjut dia menegaskan; “Kita tidak boleh berhenti, bahkan untuk sesaat pun, karena berhenti berarti mundur, sehingga inovasi dan kreativitas dalam senjata dan metode, serta pengetahuan tentang metode musuh, harus selalu menjadi agenda.”
Dia menyebutkan bahwa status bangsa Iran harus menonjol di mata dunia.
“Dalam mengungkap kekuatan berbakat dan kreatif, berprasangka baiklah kepada Allah Yang Maha Kuasa, bertawakallah kepada-Nya dan ketahuilah bahwa janji Allah untuk membela orang-orang beriman itu benar dan tidak ada keraguan,” ujarnya. (mm/alalam)