Baghdad, LiputanIslam.com – Pangkalan militer gabungan Kalso di bagian utara Provinsi Babil, di selatan Bagdad, ibu kota Irak, dilanda kebakaran akibat ledakan yang belum diketahui penyebabnya.
Di pangkalan itu terdapat gudang-gudang milik pasukan relawan Al-Hasyd Al-Shaabi/ Pasukan Mobilisasi Populer (PMF) dan tentara Irak, di mana Brigade ke-28 dan Brigade ke-17 PMF dan satu bagian dari Direktorat Pelatihan ditempatkan.
Media Irak melaporkan dari sumber keamanan Irak bahwa pemboman udara pada hari Jumat (19/4) telah menyasar pangkalan pasukan gabungan yang mencakup pasukan tentara, polisi federal, dan PMF.
Sebelumnya kelompok Resistensi Islam Irak (IRI) mengumumkan pihaknya telah menyerang pangkalan udara Uvda Israel, dan memastikan kelanjutan operasi militernya.
“Sebagai kelanjutan dari cara kami melawan rezim pendudukan dan mendukung saudara-saudara kami di Gaza, dan sebagai tanggapan atas pembantaian yang dilakukan oleh entitas penjajah (Israel) terhadap warga sipil Palestina, termasuk anak-anak, wanita dan lansia , mujahidin IRI pada hari Senin, 15 April 2024 menyerang pangkalan angkatan udara Uvda milik entitas Zionis di wilayah pendudukan kami,” ungkap IRI dalam sebuah pernyataan, sembari menyebutkan bahwa serangan itu dilancarkan dengan menggunakan drone.
IRI mengakhiri pernyataannya dengan menyebutkan, “Perlawanan Islam menegaskan penghancuran terus-menerus terhadap benteng musuh.”
Faksi –faksi resistensi di Irak mengaku bertanggung jawab atas pemboman pangkalan Israel dan pangkalan AS di Suriah dan Irak sebagai tanggapan atas agresi dan kebiadaban Israel di Jalur Gaza.
Faksi-faksi itu juga memperingatkan AS bahwa mereka akan “meningkatkan jumlah operasi bersenjata sebagai tanggapan atas pemberian bantuan militer yang terus menerus dilakukan oleh Washington kepada tentara pendudukan Israel.” (mm/alalam)