Beirut, LiputanIslam.com – Wasekjen Hizbullah, Syeikh Naim Qassem, menyatakan pihaknya pantang mundur dari konfrontasi dengan pasukan Israel selagi agresi rezim Zionis ini masih berlangsung di Jalur Gaza.
“Kami akan menanggapi setiap pelanggaran yang dilakukan Israel terhadap batasan yang berlaku dalam konfrontasi, dan kami akan menghadapi setiap eskalasi sesuai keperluan,” ungkapnya, Jumat (19/4).
Dia lantas menegaskan, “Tidak ada penarikan diri dari konfrontasi dan tidak ada kemunduran dalam dukungan. Kami tidak akan menerima penutupan perkara ini sampai perkara Gaza terselesaikan dan gencatan senjata tercapai.”
Syeikh Naim Qassem menjelaskan, “Dukungan ini juga untuk Gaza dan Lebanon, karena siapa pun yang melihat apa yang terjadi di Gaza mengetahui bahwa jika dia tetap diam, maka dialah yang akan menjadi korban berikutnya.”
Hizbullah pada hari Jumat mengumumkan serangannya terhadap fasilitas mata-mata di lokasi radar di wilayah pertanian Shebaa Lebanon dengan senjata yang sesuai, dan menekankan bahwa senjata tersebut tepat mengenai dan menghancurkan peralatan mata-mata.
Hizbullah juga mengumumkan; “Setelah pemantauan dan antisipasi yang cermat terhadap pasukan musuh, dan ketika kendaraan Hummer tiba di lokasi Metulla, dan tentara berkumpul di sekitarnya pada hari Jumat pukul 18.50, mujahidin perlawanan Islam (Hizbullah) menyerangnya dengan peluru kendali hingga menyebabkan kehancurannya serta tewas dan lukanya sejumlah tentara (Israel).”
Dalam dua operasi lainnya, Hizbullah menggempur dua lokasi pertemuan tentara pendudukan di situs Byad Blida dan sekitar situs Ruwaisat Al-Alam di wilayah pendudukan perbukitan Kfar Shuba Lebanon, dengan menggunakan peluru artileri pada operasi pertama, dan senjata roket pada operasi kedua.
Sebelumnya di hari yang sama, Hizbullah mengaku telah menyerang kumpulan tentara pendudukan di sekitar lokasi Al-Raheb dengan peluru artileri.
Sementara itu, laporan terbaru dari Jalur Gaza menyebutkan bahwa tujuh warga Palestina, termasuk perempuan dan anak-anak, gugur syahid, dan beberapa lainnya terluka, pada hari Jumat, akibat pemboman Israel di kota Rafah, selatan Jalur Gaza.
Serangan itu dilakukan meskipun sudah ada peringatan internasional tentang besar bahaya peluncuran militer di Rafah, yang merupakan tempat perlindungan terakhir bagi warga sipil Jalur Gaza sehingga sarat pengungsi. (mm/almayadeen/raialyoum)