Teheran, LiputanIslam.com – Mengomentari apa yang ramai disebut-sebut sebagai serangan balasan Israel terhadap Iran di Isfahan, Panglima Angkatan Bersenjata Iran, Mayjen Abdul Rahim Mousavi menyatakan bahwa yang terjadi adalah penembakan benda terbang di kota tersebut, dan Angkatan Bersenjata Iran tetap waspada.
Ramai dilaporkan bahwa pada dini hari Jumat (19/4), pertahanan udara Iran menembak jatuh beberapa drone kecil dengan senjata anti-pesawat di ketinggian yang sangat rendah di Provinsi Isfahan di bagian tengah Iran.
Kantor berita resmi Iran,IRNA, melaporkan bahwa drone tersebut tidak dihadang dengan sistem pertahanan rudal, melainkan dengan senjata anti-pesawat berbasis darat pada ketinggian yang sangat rendah, sehingga menimbulkan suara ledakan keras.
IRNA menyebutkan bahwa situasi di Provinsi Isfahan dan fasilitas nuklirnya benar-benar aman, dan menekankan bahwa “belum ada laporan korban cedera atau ledakan skala besar yang menyebabkan ancaman udara.”
Televisi Iran mengutip keterangan berbagai sumber yang mengonfirmasi bahwa tidak ada fasilitas nuklir atau pusat militer di Isfahan yang menjadi sasaran serangan dari luar negeri, dan ini mengindikasikan pencabutan pembatasan yang diberlakukan pada dini hari ini terhadap lalu lintas udara di angkasa beberapa kota di Iran.
Sekjen Dewan Tinggi Keamanan Nasional Iran membantah laporan bahwa pihaknya mengadakan pertemuan darurat , dan menekankan bahwa “pertemuan demikian tidak diperlukan.”
Komandan tentara Iran di Isfahan, Brigjen Mihan Dost, menyatakan tidak ada kerugian atau kerusakan yang tercatat saat pertahanan udara menghadapi sasaran di Isfahan.
Iran memastikan tidak ada agresi rudal atau drone dari luar wilayah negara ini.
Sumber-sumber Iran menyatakan “tidak ada agresi dari luar negeri terhadap Iran,” dan apa yang beredar adalah “kebohongan dan perang (propaganda) yang menyesatkan.”
“Media AS yang terlibat dan penuh kecurigaan melancarkan perang proksi berupa misinformasi atas nama rezim pendudukan Israel,” ungkap seorang narasumber.
Informasi dan laporan resmi membantah terjadinya pemboman atau penargetan di Isfahan dan sekitarnya, dan menekankan bahwa “laporan beberapa media asing mengenai insiden di fasilitas ini tidak benar.”
Pemandangan dan informasi yang diterima dari Isfahan dan kota-kota Iran lainnya menunjukkan bahwa kehidupan berjalan normal.
Sebuah benda terbang ditembak jatuh di kota Tabriz tanpa informasi apapun tentang sifatnya atau target yang ingin dibidiknya.
Media Israel menyatakan apa yang terjadi hanyalah respon yang sangat lemah dan sama sekali tidak sebanding dengan respon besar Iran.
Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben Gvir, juga melontarkan kritikan sembari menyebutnya “lemah.”
Operasi ini mendapat cemoohan yang meluas di kalangan Israel karena tidak sesuai dengan skala serangan Iran, yang berarti bahwa Israel mengindahkan saran AS untuk tidak bertindak gegabah dan membalas dengan serangan yang luas terhadap Iran, karena berpotensi kuas membangkitkan tanggapan yang lebih luas, terutama karena Teheran telah memperingatkan bahwa setiap serangan terhadap kepentingannya akan mendapat balasan. (mm/alalam/almayadeen/raialyoum)