Teheran, LiputanIslam.com – Pasukan elit Iran Korps GardaRevolusi Islam (IRGC) menepis laporan mengenai kerusakan reaktor nuklir Dimona milik rezim Israel akibat operasi serangan rudal dan drone bersandi “Janji Sejati” yang dilancarkan Iran.
“Reaktor Dimona tidak termasuk dalam target tindakan hukuman Republik Islam baru-baru ini terhadap rezim Zionis,” ungkap juru bicara IRGC Brigjen Ramezan Sharif, Kamis (18/4).
“Publikasi berita ini merupakan kebohongan besar dan upaya keji yang sejalan dengan operasi psikologis musuh untuk menipu opini publik,” imbuhnya.
Ramezan Sharif menyatakan demikian setelah surat kabar Israel Maariv mengklaim bahwa gambar satelit diduga menunjukkan bahwa salah satu bangunan reaktor terhantam setidaknya satu kali oleh operasi Iran, dan bahwa hingga dua serangan juga terjadi di sekitarnya.
Seperti diketahui, IRGC telah melancarkan operasi pada Sabtu malam (13/4) sebagai balasan atas serangan yang mematikan oleh rezim terhadap Konsulat Iran, Damaskus, ibu kota Suriah, pada tanggal 1 April.
Serangan Israel telah mengakibatkan matinya Brigadir Jenderal Mohammad Reza Zahedi, komandan Pasukan Quds IRGC, wakilnya, Jenderal Mohammad Hadi Haji Rahimi, dan lima perwira pendampingnya.
Sebagai pembalasan, IRGC menargetkan wilayah pendudukan dengan rentetan drone dan rudal. Serangan balasan tersebut menimbulkan kerusakan pada pangkalan militer Israel di seluruh wilayah pendudukan.
Di tengah spekulasi mengenai potensi agresi baru Israel, para pemimpin senior politik dan militer Iran, termasuk Presiden Sayid Ebrahim Raeisi dan Menteri Luar Negeri Hossein Amir-Abdollahian, telah memperingatkan akan adanya respon yang lebih kuat dan lebih parah.
Sementara itu, komandan Divisi Dirgantara IRGC, Brigjen Amir Ali Hajizadeh, menyatakan serangan Israel terhadap Israel belum lama ini dilakukan pada tingkat kekuatan yang paling minim.
“Respon Iran terhadap kejahatan musuh Zionis kali ini dilakukan dengan senjata kuno dan dengan kekuatan yang paling sedikit,” ungkap Hajizadeh, seperti dikutip Asisten kepala Perusahaan Radio dan Televisi Iran, Hossein Abedini, usai pertemuannya dengan Hajizadeh.
“Pada tahap ini, kami tidak menggunakan Khorramshahr, Sejil, Martyr Haj Qassem, Khaybar, dan Hypersonic 2,” jelasnya.
Dia juga mengatakan, “Pada tahap ini, dengan izin Allah, kami mengatasi kemampuan maksimal kubu Israel dan Barat dengan kekuatan paling minim.” (mm/presstv)