Beirut, LiputanIslam.com – Kelompok pejuang Hizbullah Lebanon pada hari Rabu (17/4) mengumumkan pihaknya telah membom markas militer di Israel utara sebagai tanggapan atas kematian tiga anggotanya akibat serangan Israel terhadap dua kota di Lebanon selatan pada hari Selasa, sementara tentara Israel menyatakan 14 anggotanyaterluka.
Perbatasan antara Lebanon dan Israel diwarnai konfrontasi hampir setiap hari sejak dimulainya perang di Jalur Gaza lebih dari enam bulan lalu.
Pada hari Rabu, untuk hari ketiga berturut-turut, Hizbullah mengaku bertanggung jawab atas serangan yang diakui pihak Israel telah menyebabkan jatuhnya korban pada pihak tentara Zionis.
Dalam sebuah pernyataan, Hizbullah menyebutkan para pejuangnya melancarkan “serangan gabungan dengan peluru kendali dan serangan terhadap markas komando baru Israel di desa Arab al-Aramsha, sebagai tanggapan atas pembunuhan musuh terhadap sejumlah pejuang perlawanan di Ain Baal dan Shehabiya.”
Pada hari Selasa, Hizbullah berduka atas gugurnya tiga anggotanya akibat serangan Israel yang menyasar tiga mobil di kota Shehabiya dan Ain Baal di Lebanon selatan. Israel mengatakan para syuhadanya itu adalah dua komandan dan seorang anggota unit rudal Hizbullah.
Tentara Israel mengumumkan bahwa 14 anggotanya terluka dalam serangan pada hari Rabu .
“Selama beberapa jam terakhir, sejumlah rudal anti-tank dan drone terdeteksi melintasi perbatasan dari wilayah Lebanon menuju desa Arab Al-Aramsha di Israel utara,” ungkap tentara Israel.
Mereka menambahkan, “Enam tentara terluka parah, sementara dua lainnya luka sedang, dan sisanya luka ringan.”
Menurut sumber lokal, beberapa jam setelah serangan itu, pesawat Israel melancarkan serangan di Lebanon timur. (mm/raialyoum)