AlQuds, LiputanIslam.com – Presiden Iran Sayid Ebrahim Raeisi mengatakan bahwa tindakan Israel membunuh tiga putra dan empat cucu Kepala Biro Politik Hamas Ismail Haniyeh di Jalur Gaza menunjukkan keputusasaan rezim Zionis itu dalam menghadapi perlawanan Palestina.
Presiden Raeisi menelepon Haniyeh pada hari Kamis (11/4) untuk menyampaikan belasungkawa atas kekalahan dalam serangan udara Israel yang meyasar mobil yang dikendarai oleh anggota keluarga Haniyeh di kamp al-Shati di Gaza.
“Kejahatan ini semakin mengungkapkan kebrutalan dan pembunuhan Rezim Zionis yang kejam terhadap anak-anak, dan menunjukkan ketidakberdayaan, keputusasaan dan kegagalan Zionis dalam menghadapi perlawanan,” kata Raeisi.
“Mereka yang berpura-pura membela hak asasi manusia adalah kaki tangan rezim yang dibenci ini, karena sikap diam dan pengecut mereka yang mendukung kejahatan semacam itu,” imbuhnya presiden, yang tampaknya mengacu pada pemerintah Barat.
Ketiga putra dan empat cucu Haniyeh tersebut diserang ketika sedang melakukan kunjungan keluarga pada hari pertama libur Idul Fitri di al-Shati, kamp pengungsi asal mereka di Kota Gaza, pada hari Rabu.
Presiden Raeisi memuji kesabaran dan pengorbanan kepala biro politik Hamas dalam menghadapi ujian ini. Dia mengatakan bahwa para pemimpin kubu resistensi dengan pengorbanan mereka berada di garis depan pembebasan al-Quds.
Haniyeh berterima kasih kepada presiden Iran atas ungkapan simpatinya, dengan mengatakan, “Dengan darah ini, kami membangun harapan, masa depan, dan kebebasan bagi bangsa, cita-cita, dan umat kami.”
Dia menambahkan, “Musuh, penjahat Zionis, berpikir bahwa dengan menyerang anak-anak pemimpin perlawanan, akan dapat mencelakakan tekad kita dan bangsa kami , padahal darah ini membuat kami lebih kuat di jalur perlawanan,” tambahnya.
Haniyeh menegaskan, kubu resistensi Palestina tidak akan ragu atau mundur dalam jalur pembebasan tempat suci al-Quds dan Masjid al-Aqsa.
“Darah anak cucu saya adalah pengorbanan demi pembebasan al-Quds al-Sharif dan Masjid al-Aqsa,” tuturnya. (mm/presstv)