Damaskus, LiputanIslam.com – Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amir-Abdollahian dalam pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Suriah Faisal Mekdad di Damaskus, Senin (8/4), mengatakan Israel akan dihukum dan akan menerima tanggapan yang diperlukan atas ulahnya menyerang situs diplomatik Iran.
Menteri Luar Negeri Iran berterima kasih atas kehadiran rekannya dari Suriah di Kedutaan Besar Iran di Damaskus segera setelah serangan udara Rezim Zionis Israel tersebut.
Amir-Abdollahian menyebut serangan itu membuktikan bahwa Israel sama sekali tidak berkomitmen kepada peraturan internasional dan hukum kemanusiaan apa pun.
“Kami menganggap keamanan Suriah sebagai keamanan kami sendiri,” imbuhnya, sembari menegaskan bahwa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sudah mendekati ajalnya.
Kunjungan tersebut terjadi beberapa hari setelah Israel menyerang Bagian Konsuler Kedutaan Besar Iran di lingkungan Mezzeh, Damaskus.
Seorang komandan senior Pasukan Quds Korps Pgarda Revolusi Islam (IRGC) Iran, Brigjen Mohammad Reza Zahedi, dan wakilnya Jenderal Mohammad Hadi Haji Rahimi, termasuk di antara tujuh orang Iran yang gugur dalam serangan udara yang terjadi pada 1 April tersebut.
Amir-Abdollahian melakukan kunjungan sehari penuh ke Muscat, ibu kota Oman, pada hari Ahad dan mengadakan pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri Oman Sayyid Badr Al-Busaidi dan Mohammad Abdulsalam, perwakilan senior Pemerintah Keselamatan Nasional Yaman.
Dalam postingan di akun resminya di platform X , Amir-Abdollahian mengatakan kedua pihak bertukar pandangan mengenai peningkatan hubungan Teheran-Muscat dan peran penting Oman dalam perundingan penghapusan sanksi.
“Kami juga membahas perkembangan terkini di kawasan ini, termasuk kelanjutan kejahatan perang gabungan Zionis terhadap Palestina dan perlunya mengambil keputusan pencegahan,” tulisnya.
Sementara itu, Panglima Angkatan Bersenjata Iran, Mayjen Abdul Rahim Mousavi, pada hari Senin mengatakan: “Dengan berakhirnya perang Gaza, pemerintahan Netanyahu akan jatuh karena perang ini adalah nyawanya.”
Di sela-sela konferensi ilmiah mengenai gagasan Syahid Jenderal Ali Sayyad Shirazi mengenai pertahanan militer, Mousavi mengatakan, “Penarikan pasukan Zionis dari sebagian wilayah Gaza adalah bagian dari taktik di mana mereka mengandalkan pemboman Gaza.”
Dia menilai kelangsungan hidup Netanyahu bergantung pada kelanjutan perang Gaza.
Dia juga mengatakan, “Netanyahu telah bersikeras pada apa pun selama enam bulan dengan dukungan penuh dari AS, tetapi tidak mencapai apa pun. Dia seharusnya membebaskan para tawanan dan menumpas Hamas, tapi ternyata tidak berhasil.” (mm/presstv)