Gaza, LiputanIslam.com – Sayap militer Hamas menyatakan belasungkawa kepada bangsa-bangsa Arab dan umat Islam secara keseluruhan atas gugurnya petinggi Korps Garda Revolusi (IRGC) Iran, Brigjen Muhammad Reza Zahedi, dan rekan-rekan seperjuangannya akibat serangan udara Israel terhadap Konsulat Iran di Suriah.
Hamas pada hari Selasa (2/4) juga mengungkapkan bahwa Syahid Zahedi memiliki peran penting dalam perjuangan Badai Al-Aqsa, serta berkiprah dalam penggalangan front resistensi anti rezim pendudukan Israel selama bertahun-tahun.
Sehari sebelumnya, Hamas mengutuk agresi Israel terhadap konsulat Iran di Damaskus, dan menyebutnya pelanggaran terbuka terhadap hukum internasional, serangan terhadap kedaulatan Suriah dan Iran, dan eskalasi Israel yang berbahaya.
Hamas mendesak Dewan Keamanan PBB mengambil tindakan efektif untuk menghalangi Israel dan para pgembong kriminalnya, dengan menghentikan agresi mereka terhadap Jalur Gaza dan kawasan sekitar, yang “menambah bahan bakar ke dalam api dan merusak stabilitas dan keamanan internasional.”
Faksi-faksi Palestina lainnya juga mengutuk serangan Israel terhadap konsulat Iran di Damaskus.
Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ) menegaskan bahwa serangan tersebut merupakan “upaya rezim pendudukan memperluas agresi dan menghindari kegagalan di Gaza.”
Front Prakyat untuk Pembebasan Palestina (PFLP) menyatakan bahwa serangan tersebut merupakan “eskalasi besar,” dan “terorisme terorganisir.” (mm/raialyoum)