Kairo, LiputanIslam.com – Mesir akan menjadi tuan rumah putaran baru perundingan tidak langsung antara perwakilan Rezim Zionis Israel dan faksi pejuang Hamas Palestina dengan tujuan mencapai gencatan senjata di Gaza, beberapa hari setelah Dewan Keamanan PBB merilis resolusi yang menuntut gencatan senjata segera.
Para menteri luar negeri Mesir, Yordania, dan Perancis bertemu pada hari Sabtu di Kairo, ibu kota Mesir, di mana mereka mengeluarkan seruan bersama untuk gencatan senjata yang mendesak dan permanen di Gaza.
Seorang pejabat Israel mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa Israel akan mengirim delegasi untuk perundingan di Kairo pada hari Minggu. Namun seorang pejabat Hamas mengatakan kepada Reuters bahwa pihaknya akan menunggu untuk mendengar terlebih dahulu dari mediator Kairo mengenai hasil pembicaraan mereka dengan Israel.
Pada konferensi pers bersama di Kairo, Menteri Luar Negeri Prancis Stephane Sejourne mengatakan pemerintahnya akan mengajukan rancangan resolusi di Dewan Keamanan PBB yang menetapkan penyelesaian “politik” atas perang tersebut.
Dia menjelaskan bahwa teks tersebut akan mencakup “semua kriteria” untuk apa yang disebut sebagai solusi dua negara dalam konflik Israel-Palestina yang telah berlangsung selama beberapa dekade.
Sejourne memperingatkan bahwa tragedi yang sedang berlangsung di Gaza tidak memberikan manfaat bagi keamanan rezim Israel dan pemukim Yahudi.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Yordania Ayman Safadi menyerukan kepada Israel agar bertanggung jawab atas agresinya di Gaza, yang terus berlanjut meski ada kecaman global.
Safadi menyatakan, “Jika Israel menantang seluruh dunia, maka dunia harus mengambil langkah-langkah praktis dan efektif untuk menghentikan kegilaan, pembunuhan, dan kehancuran ini.”
Menteri Luar Negeri Mesir Sameh Shoukry mengatakan bahwa Gaza “tidak dapat lagi menanggung kehancuran dan penderitaan kemanusiaan”. Dia mendesak Israel membuka penyeberangan daratnya dengan Jalur Gaza untuk memungkinkan bantuan kemanusiaan. (mm/presstv)