Baghdad, LiputanIslam.com – Kelompok pejuang yang menamakan dirinya Resistensi Islam Irak (IRI) telah menggempur pangkalan udara Ovda Israel di dalam wilayah pendudukan Palestina.
Dalam sebuah pernyataannya pada hari Rabu (27/3), IRI mengaku telah menggempur pangkalan udara pasukan Zionis itu di bagian selatan Palestina pendudukan itu dengan sejumlah drone.
IRI menyebut serangannya itu sebagai “kelanjutan dari metode resistensi dan dukungan bagi penduduk Jalur Gaza, serta balasan atas pembantaian yang dilakukan oleh entitas perampas (Israel) terhadap warga sipil Palestina, termasuk anak-anak, perempuan, dan lansia.”
Beberapa hari yang lalu, IRI mengumumkan serangannya terhadap gedung Kementerian Pertahanan Israel dengan drone “sebagai kelanjutan dari tahap kedua, yang akan meningkat selama bulan suci Ramadhan demi membela penduduk Gaza.”
Selain itu, dalam serangan-serangan terpisah, IRI juga menyerang pembangkit listrik di Tel Aviv , bandara Ben Gurion Israel, kilang minyak di Haifa, barak militer di bandara Rosh Pina, dan berbagai tempat vital di Palestina pendudukan.
Serangan-serangan ini didahului dengan statemen tegas Sekjen Brigade Sayyid Al-Syuhada (Irak), Abu Alaa al-Wala’i, bahwa kubu pejuang Irak “akan menyerang pelabuhan, pesawat terbang, dan kilang minyak rezim pendudukan (Israel) di Mediterania, selama fase kedua operasi militer terhadap rezim pendudukan.”
IRI selalu menekankan bahwa mereka akan melanjutkan operasinya terhadap permukiman-permukiman Israel, sampai ada pengumuman gencatan senjata di Jalur Gaza dan komitmen rezim pendudukan terhadapnya. IRI menegaskan bahwa mujahidinnya akan tetap siap sepenuhnya selama gencatan senjata tersebut. (mm/raialyoum)