Beirut, LiputanIslam.com – Para pejuang Hizbullah melesatkan rentetan roket ke barak-barak militer Israel di bagian utara Palestina pendudukan sebagai tanggapan atas serangan udara mematikan terhadap pusat bantuan darurat di Lebanon selatan.
Hizbullah dalam pernyataan singkatnya mengaku telah menyerang pos terdepan di kota Kiryat Shmona, dekat perbatasan dengan Lebanon, dengan puluhan proyektil pada hari Rabu (27/3). Disebutkan bahwa gempuran itu menerjang Pusat Komando Brigade 769 militer Israel di Barak Kiryat Shmona.
Serangan balasan ini terjadi setelah tujuh staf medis gugur terkena serangan udara Israel terhadap pusat darurat di Habbariyeh di Lebanon selatan.
Sementara itu, media Israel melaporkan bahwa seorang pria berusia 25 tahun dinyatakan tewas setelah ditarik keluar dari sebuah gedung yang terkena serangan roket Hizbullah di zona industri Kiryat Shmona.
Pria tersebut, yang bukan warga Kiryat Shmona, tidak memiliki tanda-tanda vital ketika dia ditarik keluar dari bangunan industri oleh petugas penyelamat, menurut layanan ambulan Israel Magen David Adom.
Pria lain berusia 30-an tahun berhasil diselamatkan tanpa cedera dari bangunan yang rusak.
Menurut militer Israel, rentetan setidaknya 30 roket telah ditembakkan dari Lebanon ke kota Kiryat Shmona.
Sebelumnya, serangan udara Israel menyasar pusat darurat dan bantuan Kelompok Islam di desa Habbariyeh di selatan Lebanon.
Jamaah Islamiya, sebuah kelompok Lebanon yang berafiliasi dengan Hamas mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa “sejumlah” orang telah gugur, dan menyebut serangan itu sebagai “kejahatan keji.”
Seorang pejabat dari kelompok tersebut mengatakan “tujuh penyelamat” gugur dalam serangan udara tersebut.
Rezim Israel terus menerus menyerang Lebanon selatan sejak tanggal 7 Oktober, ketika mereka melancarkan kampanye mematikan dan menghancurkan di Gaza, yang sejauh ini telah menggugurkan lebih dari 32.200 warga Palestina.
Sebagai pembalasan, Hizbullah melancarkan serangan roket hampir setiap hari terhadap posisi-posisi Israel.
Setidaknya 322 orang terbunuh di perbatasan Lebanon, termasuk 56 warga sipil.
Israel mengklaim sedikitnya sepuluh tentaranya dan tujuh pemukim tewas di wilayah tersebut.
Pertempuran tersebut telah membuat puluhan ribu orang diungsikan dari bagian utara wilayah pendudukan, yang kerap dihantam oleh tembakan roket dan penembakan yang dilakukan oleh Hizbullah dan kelompok sekutu Palestina.
Hizbullah telah melancarkan dua perang Israel terhadap Lebanon pada tahun 2000 dan 2006. Perlawanan tersebut memaksa rezim tersebut mundur dalam kedua konflik tersebut. (mm/alamanar/presstv)