Sanaa, LiputanIslam.com – Tentara Israel mengumumkan pihaknya telah memantau peluncuran 15 roket dari Lebanon di sebuah lokasi militer di utara Palestina pendudukan.
Dalam sebuah pernyataan pada hari Senin (25/3), tentara Israel mengklaim bahwa pada Ahad malam sekira 15 roket terdeteksi ditembakkan ke arah posisi tentara Israel di dekat Kibbutz Manara, namun jatuh di area terbuka tanpa menimbulkan korban jiwa.
Tentara Israel juga menyebutkan bahwa pesawat tempurnya “tadi malam menyerang gedung militer Hizbullah di wilayah Mays al-Jabal, di mana terdapat anggota organisasi tersebut,” tanpa rincian lebih lanjut.
Tidak ada tanggapan segera dari pihak Hizbullah atas klaim militer Israel tersebut.
Sementara itu, kementerian Kesehatan di Jalur Gaza pada hari Senin mengumumkan bahwa jumlah korban tewas akibat perang Israel terus bertambah menjadi 32,333 syuhada dan 74,694 korban luka sejak 7 Oktober 2023.
Memasuki hari ke 172 perang Israel terhadap Jalur Gaza, kementerian tersebut dalam laporan statistik harian di platform Telegram menyatakan bahwa “rezim pendudukan Israel melakukan 11 pembantaian terhadap keluarga di Jalur Gaza, termasuk yang mengakibatkan 107 orang gugur syahid dan 176 orang terluka di rumah sakit selama 24 jam terakhir. ”
Dia menambahkan, “Jumlah korban gugur akibat agresi Israel meningkat menjadi 32.333 dan, korban luka 74.694 sejak 7 Oktober.”
Sejumlah korban masih berada di bawah reruntuhan dan di jalan, sementara ambulan serta kru pertahanan sipil tidak dapat menjangkau mereka.
Selain korban jiwa, yang sebagian besar adalah anak-anak dan perempuan, perang Israel juga menyebabkan kerusakan infrastruktur besar-besaran dan bencana kemanusiaan, selain kelaparan yang terus berlanjut yang merenggut nyawa anak-anak dan orang tua, menurut data Palestina dan PBB. (mm/raialyoum)