London, LiputanIslam.com – Komando Pusat AS (CENTCOM) pada hari Sabtu (23/3) menyatakan bahwa pasukan AS berkonfrontasi dengan enam unit drone pasukan Ansarullah Yaman di angkasa Laut Merah bagian selatan, setelah Ansarullah menembakkan empat rudal balistik anti-kapal ke arah sebuah kapal tanker minyak.
CENTCOM di platform X juga mengklaim: “Houthi (Ansarullah) menembakkan rudal di dekat kapal tanker minyak M/V Huang Yu, yang mengibarkan bendera Panama dan dimiliki serta dikelola oleh pihak China.”
Komando tersebut menambahkan bahwa rudal kelima ditembakkan ke kapal tanker minyak tersebut, yang kemudian mengeluarkan panggilan darurat.
Kapal tanker tersebut, menurut CENTCOM, mengalami kerusakan ringan dan terjadi kebakaran di dalamnya, namun dapat dipadamkan, dan tidak ada laporan adanya korban luka akibat kejadian tersebut.
CENTCOM mengklaim bahwa pasukan AS kemudian berkonfrontasi dengan enam drone, lima di antaranya jatuh di Laut Merah dan satu terbang menuju wilayah yang dikuasai Ansarullah di Yaman.
Sementara itu, gerakan perlawanan Hizbullah Lebanon telah menembakkan puluhan roket ke bagian utara wilayah pendudukan Palestina, dan menyasar landasan peluncuran rudal dan artileri di dua barak militer Israel.
Serangan tersebut dilaporkan sebagai salah satu serangan yang terberat sejak dimulainya operasi bela Palestina pada bulan Oktober, dan menghantam fasilitas di barak Yoav dan Keila pada dini hari Ahad.
Hizbullah dalam sebuah pernyataan singkat mengatakan serangan itu dilakukan demi membela rakyat dan pejuang Palestina di Gaza, dan sebagai tanggapan atas serangan Israel terhadap kota Baalbek.
Serangan terhadap barak Keila dilakukan dengan lebih dari 60 roket Katyusha, dan terjadi ketika unit Brigade Golani yang belakangan ini kembali dari Jalur Gaza sedang berlatih di daerah tersebut. (mm/raialyoum/presstv)