Sanaa, LiputanIslam.com – Yaman mengumumkan rencananya melancarkan serangan yang lebih telak terhadap kapal-kapal yang terkait dengan Israel , AS dan Inggris.
Tokoh yang paling berpengaruh di Yaman, yaitu pemimpin gerakan Ansarullah, Sayid Abdul Malik al-Houthi, dalam pidato di televisi pada Kamis malam (21/3) menegaskan, “Kami memiliki rencana yang sangat penting di masa mendatang untuk melakukan serangan yang lebih efektif terhadap kapal musuh.”
Tanpa menjelaskan rincian rencana ini, dia mengatakan, “Di tingkat militer, kami terus mengembangkan aksi dan operasi militer, dan ada banyak pilihan di hadapan kami… Apa pun yang sah dan dapat kami lakukan, akan kami lakukan tanpa ragu-ragu atau khawatir terhadap ancaman, klasifikasi (terorisasi), dan kampanye musuh.”
Dia menilai kemampuan pasukan Yaman “melampaui teknologi AS dan Israel dalam hal pemantauan, gangguan, dan intersepsi merupakan sebuah kemenangan dan perkembangan besar” bagi Yaman.
Dia menyebutkan bahwa kota Eilat di Israel selatan menjadi sasaran rudal yang dikembangkan dan meleampaui deteksi dan intersepsi.
“Salah satu operasi terpenting Angkatan Bersenjata Yaman minggu ini adalah membidik Umm al-Rashrash (Eilat) dengan rudal yang dikembangkan… Rudal itu mampu mencapai Umm al-Rashrash, menerobos semua teknik pemantauan dan intersepsi Amerika dan Israel,” terangnya
Sayid Al-Houthi menambahkan,“Rudal yang dikembangkan itu mengejutkan musuh, Israel, dan membuka cakrawala baru bagi saudara-saudara di kekuatan rudal dalam pengembangan rudal jarak jauh.”
Mengenai Perang Gaza dia mengatakan, “Tragedi di Gaza adalah kutukan bagi para pembunuh kriminal dan pendukung mereka, dan aib bagi mereka yang diam dan hanya menonton… Tragedi di Jalur Gaza sangat besar dan belum pernah terjadi sebelumnya di dunia, dan saat ini tidak ada bandingannya di negara mana pun yang terkena dampak atau sedang berperang.”
Dia juga mengingatkan, “Pemandangan tragis di Gaza bukanlah cerita yang harus diceritakan, melainkan tragedi dan rasa sakit yang harus menghidupkan kembali hati nurani mereka yang masih memiliki hati.”
Sementara itu, Lapangan Al-Sabeen, alun-alun terbesar di ibu kota Yaman, Sanaa, pada hari Jumat kedua di bulan suci Ramadhan (22/3) kembali diwarnai lautan massa yang berunjuk rasa akbar dengan mengangkat slogan “Operasi kami terus berlanjut, hentikan agresi”, untuk mendukung rakyat tertindas Palestina yang menjadi korban perang genosida di Jalur Gaza.
Rayat Yaman kembali menggelar demonstrasi besar-besaran atas seruan Sayid Abdul-Malik al-Houthi,
yang pada hari Kamis menegaskan bahwa keluarnya masyarakat secara masif merupakan bagian dari jihad demi Palestina.
Sayid Al-Houthi memastikan bahwa berkat keteguhan rakyat Palestina dan pejuang perlawanan, Israel sejauh ini gagal mencapai tujuan perangnya di Gaza, meskipun meski gencar melakukan pemboman besar-besaran.
Israel melancarkan perang genosida di Gaza pada tanggal 7 Oktober setelah Hamas melancarkan Operasi Badai Al-Aqsa terhadap entitas Zionis Israel sebagai pembalasan atas kekejaman yang semakin intensif terhadap rakyat Palestina.
Sejak dimulainya serangan, rezim Tel Aviv telah membunuh hampir 32.000 warga Palestina dan melukai lebih dari 74.000 lainnya.
Rezim Tel Aviv juga telah memberlakukan blokade total terhadap Jalur Gaza, memutus bahan bakar, listrik, makanan dan air bagi lebih dari dua juta warga Palestina yang tinggal di sana.
PBB mengatakan anak-anak di Gaza mulai sekarat karena kelaparan di tengah risiko kelaparan yang parah. (mm/raialyoum/alalam)