Baghdad, LiputanIslam.com – Kelompok pejuang Resistensi Islam Irak (IRI) mengumumkan pihaknya telah melancarkan serangan yang ditujukan terhadap pembangkit listrik di Tel Aviv di wilayah pendudukan Palestina, sebagai tanggapan atas agresi Zionis terhadap warga Palestina yang terblokade di Jalur Gaza dan demi mendukung perlawanan para pejuang Gaza.
Serangan itu dilancarkan sekira 24 jam setelah IRI mengumumkan serangan drone terhadap Bandara Ben Gurion di Israel.
Pada dini hari Senin lalu, IRI juga mengumumkan serangan drone mereka terhadap pangkalan drone tentara Israel di wilayah pendudukan Golan Suriah.
Pekan lalu mereka juga menyerang Bandara Ben Gurion Israel dengan melesatkan drone kamikaze.
Pada tanggal 5 Maret, IRI juga menyerang pembangkit listrik di Bandara Haifa dengan menggunakan drone, sementara beberapa hari sebelumnya mereka menggempur stasiun bahan kimia di Pelabuhan Haifa.
Awal Februari lalu, IRI menyerang sasaran di kota Eilat di Israel dengan drone.
Pada tanggal 25 Januari, mereka menghantam pelabuhan Ashdod di Israel dengan drone, beberapa hari setelah mereka mengaku juga telah mengebom pelabuhan Ashdod di Israel dengan drone, dan menyatakan bahwa pelabuhan Ashdod berjarak sekitar 1.000 kilometer dari Bagdad, ibu kota Irak.
Faksi-faksi pejuangt di Irak telah memperingatkan AS bahwa mereka akan meningkatkan jumlah operasi bersenjata, sebagai tanggapan atas “pemberian bantuan militer yang terus menerus oleh Washington kepada tentara Israel, yang membunuh warga sipil di Jalur Gaza dan Lebanon selatan.” (mm/alalam)