Teheran, LiputanIslam.com – Komandan Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menegaskan bahwa Iran sekarang melakukan pembalasan terhadap pencurian minyaknya, dan bahwa pihak asing tidak dapat lagi mengeksploitasi cadangan minyak mentah Iran.
Laksamana Muda Alireza Tangsiri menyampaikan pernyataan tersebut pada hari Senin (18/3), menjelang peringatan 73 tahun nasionalisasi industri minyak Iran.
“Hari ini, jika mereka (pihak asing) mencuri minyak kami dan menyita kapal tanker kami di mana pun di dunia maka kami akan membalasnya,” katanya.
“Sudah berlalu hari-hari di mana pihak asing berbangga atas penjarahan harta benda bangsa Iran,” sambungnya.
Menurutnya, Inggris telah menjarah minyak dan sumber daya Iran selama bertahun-tahun, namun sekarang generasi muda Iran bangkit dan bangga melawan kekuatan arogan global.
Pada tanggal 20 Maret 1951, anggota parlemen Iran mensahkan undang-undang yang diajukan oleh Perdana Menteri Mohammad Mosaddeq yang terpilih secara demokratis untuk menasionalisasi industri minyak.
Keputusan Mosaddeq didukung oleh partai nasionalisnya serta tokoh agama yang dipimpin oleh ulama terkemuka Ayatollah Abolghassem Kashani.
Inisiatif ini mengakhiri kekuasaan Inggris selama empat dekade atas industri minyak Iran. Perusahaan Minyak Anglo-Iran (AIOC) milik Inggris menikmati kendali monopoli atas industri ini dan hanya membayar sebagian kecil pendapatannya kepada pemerintah Iran. (mm/presstv)