Jenewa, LiputanIslam.com – Kepala HAM PBB memperingatkan kepada Israel bahwa pembatasan rezim Zionis terhadap bantuan kemanusiaan untuk Jalur Gaza bisa jadi merupakan “kejahatan perang”.
Penilaian tersebut dinyatakan pada hari Selasa (19/3) menyusul perilisan laporan yang didukung PBB bahwa kelaparan kemungkinan besar akan terjadi pada bulan Mei di Jalur Gaza yang berpenduduk 2,3 juta orang, kecuali jika pertempuran selama lebih dari lima bulan antara Israel dan Hamas diakhiri dan bantuan diberikan dan meningkat dengan cepat.
“Besarnya pembatasan yang dilakukan Israel terhadap masuknya bantuan ke Gaza, serta cara Israel terus melakukan permusuhan, mungkin sama saja dengan menggunakan kelaparan sebagai metode perang, yang merupakan kejahatan perang,” kata Komisaris Tinggi PBB untuk Urusan HAM Volker Turk.
Juru bicara Turk, Jeremy Laurence, mengatakan kepada wartawan di Jenewa bahwa keputusan akhir apakah “kelaparan digunakan sebagai senjata perang” akan ditentukan oleh pengadilan.
“Penderitaan masyarakat Gaza tidak dapat dimaafkan,” katanya.
Meskipun lembaga-lembaga bantuan menyalahkan Israel atas krisis yang terjadi akibat blokade mereka terhadap Gaza, pemerintahan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan mereka memfasilitasi pasokan. Israel mengklaim PBB dan kelompok bantuan bertanggung jawab atas kuantitas dan kecepatan pengiriman bantuan.
“Israel, sebagai kekuatan pendudukan, mempunyai kewajiban untuk memastikan penyediaan makanan dan perawatan medis bagi penduduk sesuai dengan kebutuhan mereka dan memfasilitasi kerja organisasi kemanusiaan untuk memberikan bantuan tersebut,” kata Turk dalam pernyataan yang disampaikan juru bicaranya.
Laporan tersebut memperingatkan bahwa perang telah menyebabkan sekitar separuh warga Palestina di Gaza – sekitar 1,1 juta orang – mengalami kelaparan yang bersifat “bencana”.
Juru bicara Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA), Jens Laerke, mengatakan kepada wartawan di Jenewa bahwa badan tersebut khawatir bahwa jika tidak ada tindakan maka “Anda akan melihat lebih dari 200 orang meninggal karena kelaparan setiap hari.”
Turk mengatakan krisis ini “dibuat oleh manusia” dan “sepenuhnya dapat dicegah”.
“Setiap orang, terutama mereka yang mempunyai pengaruh, harus menegaskan bahwa Israel (harus) bertindak untuk memfasilitasi masuknya dan distribusi bantuan kemanusiaan dan barang-barang komersial yang diperlukan tanpa hambatan untuk mengakhiri kelaparan dan menghindari semua risiko kelaparan,” terangnya.
“Perlu ada pemulihan penuh terhadap layanan-layanan penting, termasuk pasokan makanan, air, listrik dan bahan bakar,” imbuhnya.
Oxfam juga merilis sebuah laporan pada hari Senin, yang menuduh Israel menggunakan birokrasi untuk “sengaja” menghalangi pasokan bantuan menuju Gaza.
Dikatakan bahwa truk bantuan menunggu rata-rata 20 hari untuk mengakses Jalur Gaza. (mm/aljazeera)